| Lintas Agama lainnya |
"Tujuan diadakan MQK ini, agar para santri di pondok pesantren melestarikan kitab Kuning dan dipahami serta diaplikasikan di masyarakat," kata Kepala Kantor Kemenag Lumajang, Drs H Jum Afandi pada wartawan usai pembukan MQK ke-3, Senin (01/11).
Jumlah peserta yang mengikuti MQK sebanyak 600 santri dari sejumlah Ponpes di Lumajang. Sedangkan yang diperlombakan yakni Fiqih, Tafsir, Hadits, Nahwu, Akhlaq, Ushul Fiqh, Tarikh, Balaghah sedangkan marhalah Ulya kitab-kitab bidang yang sama namun berbeda rujukan kitab yang diperlombakan.
"Jadi nanti kita akan tahu betapa makna yang tersirat dalam kitab Kuning sangat bermanfaat," ungkap Jum Afandi seperti dilansir beritajatim.com.
Bagi pemenang dalam lomba MQK ke-3, tambah Jum Afandi akan dikirim ke Jawa Timur mewakili Lumajang. Sehingga para santri akan berebutan menjadi yang terbaik.
"Lomba Kitab Kuning ini, ajang bergengsi bagi santri pondok pesantrean salaf," tutur pria berkacamata itu. []
© NU Online
Masuk: 02 Nov 2010 (11:13 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi