| Lintas Agama lainnya |
"Dari penelitian kami, ada lebih dari 300 aliran sesat di negeri ini," kata Direktur Islamic Center Al-Islam, Bekasi, Ustadz Farid Okbah, pada bedah bukunya berjudul 'Hidup Hanya Sekali, Jangan Salah Jalan,' di Masjid Nurul Ulul, kompleks Islamic Centre Rajabasa, Bandar Lampung, Ahad (29/1).
Bedah buku ini, menghadirkan pembedah ustadz Agus Supriadi Lc, dari yayasan Pondok Pesantren Ulul Albab, Jatiagung, Lampung Selatan. Aliran sesat ini, ungkap Farid, mulai dari kecil hingga yang besar dan nyata-nyata dalam menjalankan ajarannya.
Selain itu, ia mengungkapkan aliran-aliran sesat yang mengatasnamakan al-Qur'an dan Sunnah selalu mengajak umat kepada jalan kesesatan yang jauh dari agama Islam sesuai dengan al-Qur'an dan Sunnah.
Ia berharap umat Islam wasdapa jika ada seorang atau ustadz yang mengajak atau mengajarkan yang menyimpang dari petunjuk al-Qur'an dan Sunnah, tetapi mengklaim berdasarkan al-Qur'an dan Sunnah. "Umat Islam harus faham ajaran agama yang benar merujuk pada al-Qur'an dan sunnah Rasul saw dan para sahabat," katanya.
Menurut dia, Islam sudah mengajarkan ada dua jalan apabila ingin selamat. Pertama, jalan yang lurus atau benar (sabili muslimin). Kedua, jalan kesesatan (sabili mujrimin). Jalan kesesatan yakni jalannya orang yang selalu berbuat dosa dan menjerumuskan ke dalam api neraka. Sedangkan jalan yang lurus dan benar adalah jalan yang ditempuh kaum Muslimin untuk menghadap Allah SWT.
Perbedaan Tata Cara Beribadah Masih Dapat Ditolerir
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, KH Mawardi AS, mengatakan bila terjadi perbedaan dalam tata cara beribadah dalam Islam masih dapat ditolerir. Namun, tegas dia, bila ada amalan ibadah yang sudah menyimpang dari ajaran al-Qur'an dan Hadist, jelas aliran sesat.
"MUI mengayomi semua ormas. Selagi perbedaan masih ditoleransi, tapi kalau penyimpangan dari al-Qur'an dan Hadist, jelas sesat," kata Mawardi kepada Republika, Ahad (29/1).
Ia menyebutkan aliran sesat ini seperti ajaran Ahmadiyah, aliran sinkretisme, dan lainnya. Menurut dia, MUI sudah memiliki kriteria yang sudah ditetapkan yakni semua berdasarkan al-Qur'an dan Hadist. Apabila ada yang mengada-ada dan sifatnya nyeleneh dalam amalan ibadahnya, hal tersebut masuk dalam aliran sesat.
Kepada masyarakat Muslim, ia berharap mempelajari Islam tersebut yang benar dari sumber aslinya yakni al-Qur'an dan Hadist, bukan selain itu. "Bila ada yang mengajarkan sudah shalat 40 waktu tidak wajib shalat lagi, ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, ini jelas-jelas sesat," katanya mencontohkan. []
© Republika
Masuk: 30 Jan 2012 (06:41 UTC+07) | edit terakhir: 30 Jan 2012 (06:45 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi