| Lintas Agama lainnya |
Majelis Perwakilan Pelajar (MPP) memperkirakan sekitar 100.000 pemuda dan mahasiswa bakal menghadiri aksi tersebut di Stadion Shah Alam. "Aksi ini sah dimata hukum. Kami meminta Kementerian Pendidikan dan otoritas terkait lainnya untuk memfasilitasi aksi ini," papar Sekretaris, GMPS, Zambri Mohd Isa, seperti dikutip Themalaysianinsider, Rabu (19/10).
Zamri mengatakan, tujuan aksi ini perlu mendapat dukungan guna menciptakan kesadaraan dan kesamaan sikap dalam melawan aksi pemurtadan.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Cina Malaysia, Datuk Sri Chua Soi Lek menyatakan rencana aksi unjukr rasa sebagai respon terhadap isu pemurtadan tidak perlu dilakukan. Sebab, dikhawatirkan bakal memperparah ketegangan rasial.
"Saya pikir, polisi akan mengamankan acara itu, tapi secara pribadi, saya merasa tidak perlu ada aksi seperti itu," paparnya. Chua berpendapat aksi yang seharusnya dilakukan adalah mengurangi segala bentuk aktivitas keagaman yang rentan akan munculnya kecurigaan antar ras dan agama di negara ini.
Kekhawatiran Chua cukup beralasan, mengingat aksi yang digagas Himpun bakal menyinggung umat Kristiani. Apalagi pemimpin National Evangelical christian Fellowship (NECF), Eu Hong Seng menyarankan agar tidak melanjutkan aksi tersebut. Sebab akan menggugurkan usaha pemerintah menempuh jalan damai guna menyelasaikan masalah tersebut.
"Saya pikir tidak melanjutkan aksi bermanfaat bagi semua. Apalagi semua orang tahu tidak ada bukti konkret soal isu pemurtadan," kata Pendeta Eu. []
© Republika
Masuk: 19 Okt 2011 (22:45 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi