| Lintas Agama lainnya |
Menurut berita tersebut, mahasiswa Palestina dari Universitas Betlehem bernama Muhammad Munir mengklaim sekelompok Yahudi telah merobek halaman dari kitab suci umat Islam di jalanan kota Jaffa.
Munir mengatakan ia melihat insiden itu sewaktu dirinya sedang berjalan dari tempat kerjanya ke rumahnya di Wadi Al-Joz.
"Saya menemukan sobekan kertas di tanah. Pada awalnya saya pikir hanyalah kertas biasa, tapi ketika saya melihat lebih dekat ternyata sobekan kertas itu termasuk lembaran dari al-Qur'an dan banyak para pejalan kaki yang menginjak sobekan Qur'an tersebut," katanya.
Munir mengatakan dia menghabiskan waktu 10 menit untuk mengumpulkan sobekan-sobekan kertas itu sementara sekelompok Yahudi menghinanya dan satu orang Yahudi menendangnya.
Berita perobekan Qur'an di Betlehem itu disebarkan oleh Ma'an News Agency (MNA) pada hari Rabu (15/9) dan telah dirilis ulang oleh situs berita Hamas, al-Qassam.
Pemberitaan tersebut mendapatkan tanggapan di sebuah blog Israel, Elder of Ziyon. Menurut blog tersebut, pemberitaan MNA hanya berdasarkan pada satu saksi tunggal dan tanpa bukti, termasuk foto. Blog tersebut mengatakan bahwa ini bukan kali pertama MNA merilis berita yang tidak memiliki bukti kuat.
"Cerita ini sesuai dengan tradisi Ma'an dalam mempublikasikan berita meskipun hanya berdasarkan klaim yang samar-samar," tulis blog tersebut. "Orang-orang mungkin bisa terbunuh lantaran 'jurnalisme' tak bertanggung jawab ini." []
© Berbagai sumber
Masuk: 16 Sep 2010 (01:27 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi