| Lintas Agama lainnya |
"Saya sangat terkejut waktu beberapa pekan lalu, anak saya mengabarkan bahwa teman kuliahnya bercerita soal ayahnya yang menjadi ateis," ungkap Syeikh Abdul Rassoul Al Rabi'a, dosen agama di Universitas Baghadad seperti IslamOnline.net. Sang ayah, kata Al Rabia, juga mengajak, anaknya untuk ikut menjadi penganut atheis.
Hal ini pun menjadikan Al Rabi'a prihatin. Dia lalu meminta anaknya untuk mengajak kawan yang ayahnya atheis untuk datang ke rumah. "Saya ingin bicara sama dia, untuk tetap menjaga keimanan dan percaya kepada Tuhan," tutur Al Rabi'a. Dia juga mempercayai bahwa kondisi sulit berkepanjangan yang disebabkan oleh perang sejak tahun 2003 menguji keimanan Muslim irak.
Menurut dia, sebagian besar Muslim Iraq yang berubah atheis itu memang mengalami ujian berat. Mereka umumnya kehilangan saudara atau kerabat akibat kekejaman perang. Hal ini diyakininya akan terus menjadi ancaman bagi Muslim Irak jika tidak segera diakhiri.
"Irak adalah tanah tanpa Tuhan dan tidak ada perlindungan," kata salah satu penganut atheis yang tidak mau disebutkan namanya. Dia mengaku sudah lupa dengan Tuhan dan memilih untuk menjadikan akal serta emosinya sebagai panduan. "Saya tinggalkan keimanan lama saya," imbuh dia. Dengan cara begitu, dia mengaku bisa melindungi keluarganya dari ancaman perang.
Salah satu anggota kelompok atheis, Yasser (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan bahwa dulu, saat menanggalkan keislamannya, kelompoknya cuma beranggotakan delapan orang. Kini, atau tujuh bulan kemudian, anggotanya sudah bertambah menjadi 34 orang. Namun dia mengaku percaya bahwa penganut atheis sebenarnya sudah mencapai lebih dari 200 orang dan terhubung dengan kelompok-kelompok atheis di berbagai negara.
Seorang guru agama di sekolah dasar di Baghdad, Sara Waleed, pun mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Kata dia, beberapa muridnya pernah menanyakan arti atheisme. Mereka mendengar istilah tersebut dari kerabat atau seseorang yang berubah menjadi atheis. Begitu mendapatkan pertanyaan seperti itu, dia pun mengaku terus meminta murid-muridnya untuk menjaga keimanan. [Rep]
Masuk: 25 Okt 2009 (13:20 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi