| Lintas Agama lainnya |
"Itu perbuatan yang terkutuk, itu dosa," kata Ba'asyir ketika akan menuju Gedung Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokes) Mabes Polri di Jakarta, Senin, guna menjalani pemeriksaan gigi.
Menurut dia perbuatan bom bunuh diri yang dilakukan oleh Pino Damayanto alias Ahmad Urip alias Ahmad Yosefa alias Hayat alias Raharjo itu tidak diperkenankan dalam agama Islam, karena mengganggu tempat ibadah non-Islam.
"Dalam agama perbuatan itu tidak boleh, kecuali ada bukti mereka mau menyerang Islam," kata Ba'asyir.
Mengenai dikaitkannya pelaku bom bunuh diri di Solo, Ahmad Yosefa yang diduga adalah anggota JAT wilayah Cirebon, Amir JAT mengatakan, tidak mengenal Ahmad.
"Itu omong kosong, yang dibai'at banyak orang, tapi JAT tidak pernah berbuat semacam itu. Tidak pernah mengajarkan seperti itu (bom bunuh diri) Saya tidak kenal dan tidak tahu," kata Ba'asyir.
Ahmad adalah anggota dari JAT wilayah Cirebon, yang juga teman dari pelaku bom bunuh diri di Mesjid Adz Zikra di Mapolres Cirebon Kota, Mochammad Syarif pada Jumat (15/4).
Ahmad juga yang telah mengantarkan Syarif saat akan melaksanakan Aksi bom bunuh diri di Mesjid Adz Zikra.
Syarif aktif dalam keanggotaan JAT wilayah Cirebon pimpinan Agung Nur Alam alias Abu Husama. Ahmad juga pelaku pengrusakan Alfamart di Cirebon pada tahun 2010.
Sedangkan, Syarif dibai'at oleh Amir Markasiah, ustadz Abu Bakar Ba'asyir di Tasikmalaya pada tahun 2008 bersama sepuluh anggota JAT wilayah Cirebon lainnya.
Syarif juga aktif mengikuti ta'lim pimpinan Ba'asyir di beberapa tempat di wilayah Jawa Barat. []
© Antara
Masuk: 03 Okt 2011 (16:57 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi