Login Anggota
Pengguna Facebook dapat login menggunakan tombol berikut:
Anggota TerbaruYosephine Yohanes• Andreas Rudi• Sabrina• Antonius Lamba• Hamba Allah• Fadhly Statistik • Situs ini telah dibuka sebanyak 3.623.600 kali • OS Anda: Tidak Dikenal • Browser Anda: Tidak Dikenal • IP Anda: 38.107.179.220 • Ini adalah kunjungan Anda ke 146 • Unique visitors: lebih ditail
Hak cipta berita ada pada situs sumber
Kirim Artikel ke Teman Anda
Anda ingin mengirimkan artikel berjudul "Bangladesh Tolak Kewajiban Berbusana Muslim" kepada teman Anda
Isi Artikel: Pengadilan Tinggi Bangladesh menolak ketentuan yang mewajibkan orang mengenakan kopiah, kerudung atau busana keagamaan lain di tempat kerja dan sekolah serta perguruan tinggi. Putusan pengadilan ini dikeluarkan akhir pekan setelah ada laporan bahwa sebuah perguruan tinggi di belahan utara Bangladesh memaksa mahasiswanya mengenakan kerudung. Pengadilan juga memutuskan wanita tidak bisa dihalangi dari keikutsertaan dalam kegiatan olahraga atau budaya. Pengadilan menyatakan mengenakan segala bentuk busana keagamaan, bagi mahasiswa dan karyawan, harus merupakan pilihan pribadi. Hakim juga meminta pihak berwenang menjelaskan alasan mencegah wanita ikut serta dalam kegiatan olahraga dan budaya tidak dinyatakan ilegal. Bulan April tahun ini, pengadilan memerintahkan sekolah dan perguruan tinggi tidak memaksa wanita mengenakan burqa, busana yang menutup seluruh tubuh wanita kecuali mata dan tangan. Mahbub Shafique, salah seorang pengacara yang mengajukan gugatan, mengatakan kepada BBC putusan terbaru merupakan satu langkah maju baru. ''Perbedaan antara kedua putusan ini adalah bahwa putusan hari ini tidak berlaku hanya untuk wanita, tapi juga pria,'' katanya. Intervensi-intervensi oleh pengadilan menunjukkan bahwa putusan pengadilan semacam ini mungkin dikesampingkan oleh kebanyakan warga di luar ibukota Bangladesh, Dhaka. Meski Bangladesh adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim, sebagian besar warga di sana mempraktikan Islam dengan pemahaman moderat. Dalam jangka panjang, banyak politisi Bangladesh menghendaki negara mereka berubah menjadi demokrasi sekuler bukannya republik Islam. []
Nama Anda: Email Anda: Nama Teman Anda: Untuk mengirim kepada lebih dari satu orang, pisahkan dengan tanda koma contoh: Matthew, Mark, Luke, John Email Teman Anda: Untuk mengirim kepada lebih dari satu orang, pisahkan dengan tanda koma contoh: matt@domain.com, mark@domain.com, lk@domain.com, jhn@domain.com Pesan Anda: tag HTML yang diizinkan: <b><i><u><img><a><ul><li><ol>
Masukkan Kode yang ada di gambar: tanpa spasi dan semuanya terdiri dari angka (tidak ada huruf)
lihat semua
Kami membuka layanan Konseling untuk masalah pernikahan, pekerjaan, bisnis, dan berbagai persoalan kerohanian lainnya. Klik Di Sini
Anda ingin didoakan oleh Tim Doa kami?
Klik Di Sini
Dapatkan berita-berita terbaru dari situs ini langsung ke email Anda:
E-mail Anda:
Gabung ke mailing list (milis) kami