| Lintas Agama lainnya |
Namun kenyataannya lain. Kehilangan pegangan moral dan etika telah menyebabkan orang menjadi hanya terfokus pada diri sendiri.
Di sinilah para pemimpin agama harus berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang dapat membantu pembentukan karakter bangsa, kata Slamet Effendi Yusuf, ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada kongres yang berlangsung 9-11 Juni di Jakarta.
Konvensi yang bertujuan mengeksplorasi bagaimana menerapkan etika dalam kehidupan bernegara itu diselenggarakan oleh Departemen Agama dan menarik lebih dari 250 peserta termasuk para imam.
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan bahwa proses globalisasi yang begitu cepat telah menyebabkan krisis moral di Indonesia.
Para pemuka agama punya peranan penting dalam mencegah krisis itu menjadi lebih parah lagi.
Gereja Protestan akan terus menenkan pentingnya masyarakat pluralis kepada anggotanya dan mendesak mereka untuk terus membangun hubungan yang baik dengan semua elemen masyarakat, kata Pendeta Lies Makisanti dari Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia.
"Adalah kewajiban Gereja untuk menciptakan hidup yang aman dan damai," katanya.
"Sebagai orang Indonesia, kita harus hidup sesuai dengan Pancasila," kata Uskup Bandung Yohannes Pujasumarta.
Dia berharap agar kongres yang akan ditutup hari Jumat 11 Juni akan membuahkan hasil yang baik 'demi terciptanya kehidupan yang damai dan adil dalam masyarakat." [cni]
Masuk: 12 Jun 2010 (13:47 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi