| Lintas Agama lainnya |
Pengacara Mack, Amara Chaudry menuturkan kliennya dipecat karena masalah absensi. Padahal Mack merupakan karyawan dengan dedikasi tinggi. "Semenjak bergabung tahun 2008 lalu, ia mendapat kepercayaan untuk menyalurkan dana bantuan kepada karyawan lain yang membutuhkan. Ia juga juga dipilih manajemen untuk bertemu dengan pemilik," kata Chaudry seperti dikutip cnn.com, Rabu (9/11).
Namun, kata Chaudry, persoalan datang setelah atasannya mengetahui kliennya menggunakan waktu liburan untuk pergi haji. Sementara Mack, tidak memberitahukan kepada atasanya bahwa ia pergi haji.
"Ia minta waktu untuk liburan dua bulan pada pengajuan cuti November 2010," ungkap Chaudry.
Setibanya di AS, Mack lalu diturunkan dari status karyawan tetap menjadi karyawan kontrak. Lalu ia diberhentikan."Ketika Mack shalat, ia harus diawasi supervisor dan pihak keamanan. Yang menyedihkan, ia shalat di luar ruangan, tepatnya dekat bak sampah," papar Chaudry.
Menurut Chaudry, apa yang dilakukan pihak manajemen merupakan bentuk intimidasi terhadap kliennya. Sebab, lokasi tempat Mack shalat tidak layak kecual memang dalam kondisi terpaksa. "Ini menunjukan bahwa Mack dipaksa atau ditekan," ungkapnya.
Juru Bicara Whole Foods, Kate Lowery mengatakan pihaknya telah mengakomodasi setiap karyawan dengan latarbelakang agama berbeda. "Kami menghargai nilai-nilai keragaman dalam whole foods. Kami juga memiliki kebijakan anti diskriminasi," papar dia.
Saat ini gugatan Mack secara resmi belum diajukan. Sebab, Komisi Kesetaraan Pekerja AS dan Komisi Hubungan Manusia Pennyslvania tengah mempelajari kasus tersebut. Putusan kedua komisi itu akan disampaikan beberapa minggu ke depan. []
© Republika
Masuk: 09 Nov 2011 (17:23 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi