| Lintas Agama lainnya |
Pembentukan Dewan Antaragama ini dideklarasikan di Jakarta, Kamis (28/1), dan beranggotakan para pemuka agama di Indonesia yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu. Selain itu, di dalamnya juga terdapat dua unsur organisasi kemasyarakatan yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Pemrakarsa dari Dewan Antaragama Indonesia Din Syamsuddin yang juga ditetapkan sebagai Ketua Presidium IRC Indonesia mengatakan pembentukan dewan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi di antara umat beragama.
Menurut Din, agama masih dipandang sebagai `sumber` masalah, padahal agama adalah penyelesaian dari semua masalah.
"Untuk itu kami memprakarsai pembentukan dewan ini, walaupun selama ini sudah ada dialog dan kerjasama yang terjalin antarumat beragama. Akan lebih baik kalau membentuk wadah berhimpun," katanya setelah deklarasi pembentukan IRC Indonesia.
Melalui Dewan Antaragama ini maka diharapkan dapat memperlancar komunikasi antarpemimpin umat beragama untuk menyelesaikan permasalahan baik yang melibatkan antarumat beragama maupun di internal umat beragama itu sendiri.
"Ada tantangan yang harus diselesaikan bahwa masih ada masalah antarumat beragama. Alhamdulillah konflik besar sudah memudar tapi masih ada konflik di internal umat beragama sendiri," kata Din.
Din berharap komunikasi tokoh umat beragama ini tidak hanya dirasakan di tingkat atas saja tetapi juga menyentuh hingga akar rumput.
"Mari, kalau ada masalah kita duduk bersama untuk Indonesia yang maju, adil, makmur, dan bermartabat," ujar Din.
Dekalarasi pembentukan dewan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama seperti Andreas Yewangoe, Hasyim Muzadi, Slamet E. Yusuf, SAE Nababan, dan S. Udayana.
Dalam kesempatan tersebut, Hasyim Muzadi yang menjabat sebagai penasihat Dewan Antaragama mengingatkan umat beragama untuk menghargai perbedaan yang demi menciptakan kerukunan.
"Mari kita jaga mana bagian yang bisa dilaksanakan bersama dan mana yang tidak boleh diintervensi. Kaidah dasar yang sama jangan dibedakan tapi yang berbeda jangan dipaksa untuk sama," kata Hasyim.
Pembentukan Dewan Antaragama ini memperoleh apresiasi dari Sekjen Konferensi Dunia untuk Agama dan Perdamaian (World Conference of Religions and Peace) William Vendley.
Vendley mengatakan pembentukan dewan ini merupakan langkah yang baik untuk menjalin kerjasama antarumat beragama, menghormati perbedaan, dan bersama menghadapi permasalahan yang terjadi di Indonesia. [gtr]
Masuk: 29 Jan 2010 (07:46 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi