| Lintas Agama lainnya |
“Kami merasa kelompok pembela hak-hak asasi di Eropa belum melakukan cukup banyak untuk membela hak-hak kaum Muslim,” ujar Ali Abu Shwaima, direktur Islamic Center di Milano, seperti dilansir IOL, Senin (21/12).
“Karena itu kami berpendapat bahwa kami memerlukan dewan yang baru ini, terutama karena semua hukum dan konstitusi di Eropa menghormati kebebasan beragama dan menentang segala bentuk diskriminasi dan rasisme.”
Para partisipan telah membentuk sebuah komite umum untuk memilih tim pembina dewan. Dewan itu akan memiliki empat komite untuk pengawasan kekerasan, media outreach, penghubung dengan pemerintahan, dan isu-isu keuangan. “Sekarang kami sedang berusaha untuk mendaftarkan dewan ke negara-negara Eropa dan Uni Eropa,” ujar Shwaima.
“Kami telah mempertimbangkan bahwa hukum dari dewan ini sesuai dengan hukum di semua negara Eropa untuk menghindari masalah registrasi,” imbuh dia.
Peran Ganda
Dewan ini akan memainkan peran ganda dalam melayani kaum Muslim di Eropa, yang diperkirakan berjumlah 25 juta jiwa. “Dewan akan berusaha meningkatkan kesadaran kaum Muslim tentang hak-haknya di bawah hukum dan konstitusi negara Eropa mereka,” ujar Abu Shwaima. "Ini dapat membantu menangkal upaya golongan kanan untuk melanggar hak-hak tersebut," tambah dia.
Pekan lalu, pihak Institut Internasional Masyarakat Terbuka mengatakan bahwa kaum Muslim di Eropa menghadapi peningkatan diskriminasi, termasuk dalam aspek sosial dan ekonomi.
Sebuah laporan terbaru dari Pusat Monitoring Eropa tentang Rasisme dan Xenophobia mengatakan bahwa minoritas Muslim di Eropa menghadapi diskriminasi dalam pekerjaan, pendidikan, dan perumahan sebagai tambahan bagi setumpuk penghalang yang menumbuhkan perasaan putus asa dan eksklusi. “Dewan juga akan memantau pelanggaran terhadap hak-hak kaum Muslim dalam peningkatan Islamophobia di Eropa,” ujar Shwaima.
“Kami akan menggunakan media untuk membela hak-hak Muslim dan menggarisbawahi kontribusi kaum Muslim dalam masyarakat Eropa secara budaya, ekonomi, dan olahraga.”
Dewan itu juga berencana akan membawa keluhan-keluhan kaum Muslim ke pengadilan hukum Eropa melalui sekelompok pengacara dan ahli hukum. “Kami akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan organisasi-organisasi Uni Eropa, terutama yang dapat diandalkan ketika pemerintah di negara Eropa gagal melindungi hak-hak kaum Muslim.”
Ia mengatakan bahwa Muslim Swiss, contohnya, dapat pergi ke Pengadilan HAM Eropa untuk menantang larangan pembangunan menara Masjid di negara Alpine itu. [rep]
Masuk: 22 Des 2009 (16:36 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi