| Lintas Agama lainnya |
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin kepada Vivanews, Senin (13/9) menyatakan keperihatinannya atas insiden yang terjadi Minggu (12/9) lalu, sekaligus mendesak pemerintah agar segera mengungkap motif pelaku.
"Kami mengecam tindakan penganiayaan jemaat yang akan menunaikan kebaktian. Ini tindakan yang sangat menodai kebebasan beragama yang dijamin negara," kata Din seraya menegaskan bahwa Islam memberi kebebasan kepada umat lain untuk menjalani ibadah agamanya. Oleh karenanya, Din juga mengimbau agar umat muslim memberi kebebasan kepada umat lain untuk beribadah sesuai keyakinannya.
Menyusul aksi penusukan tersebut, Din meminta agar masyarakat tidak terprovokasi. "Saya mengimbau agar masyarakat jangan terpancing dan terprovokasi, karena ini mengail di air keruh," ujar Din yang khawatir kasus ini akan memecah keharmonisan umat beragama di Indonesia.
Sementara itu Tim Pengacara Pembela Kebebasan Beragama mencatat, jemaat HKBP Pondok Timur Bekasi ini sudah lima kali diintimidasi "Bukan kali ini saja kejadiannya, tanggal 11 Juli, 18 Juli, 25 Juli, 8 Agustus, dan terakhir pagi ini jemaat HKBP diserang," ujar Judianto Simanjuntak, pengacara yang ditunjuk mewakili umat HKBP. []
© Reformata
Masuk: 15 Sep 2010 (05:37 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi