| Lintas Agama lainnya |
Jenzah Air Setiawan (28) dan Eko Joko Sarjono (29) tiba di Solo pada hari ini, Kamis (13/8), pukul 01.25 WIB dinihari. Kedatangan jenazah disambut dengan pekikan takbir oleh puluhan pemuda yang telah berkelompok ke dalam dua kelompok.
Kelompok pertama mengusung jenazah Air, sedangkan kelompok kedua mengusung jenazah Eko. Selanjutnya, kedua jenazah dibawa ke rumah mereka masing-masing, yang terletak tidak begitu berjauhan.
Dari rumah mereka masing-masing, jenazah kemudian dibawa ke Masjid Muhajirin untuk diadakan shalat jenazah berjamaah.
Sepanjang prosesi pemakaman, ribuan aktivis Islam memadati jalan raya Brengosan sambil memekikkan "Allahu Akbar! Allahu Akbar!"
Bertindak sebagai imam dalam shalat berjamaah adalah Ustadz Abubakar Ba'asyir. Namun, sang ustadz batal memberikan tausyiyah lantaran banyaknya pelayat.
Sungguh ironis, dua jenazah tersangka yang diduga menjadi anak buah Noordin M. Top ini diarak ke tempat peristirahatan terakhir mereka di lokasi pemakaman muslim di daerah Kalijambe, Kalioso, Kabupaten Sragen, sekitar 20 km utara Kota Solo.
Keduanya dianggap sebagai mujahid, pahlawan Islam, yang menurut santri yang mengantar, akan dijamin masuk surga. Bahkan, di akhirat nanti sudah disediakan bidadari cantik, demikian dilaporkan Republika.com.
Sebuah spanduk melintang di jalan raya Brengosan bertuliskan "Selamat Datang Pahlawan Islam As Syahid Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono. Jihad still continue..."
Penyambutan semacam ini menggambarkan betapa masih banyaknya rakyat negeri ini yang bangga atas aksi-aksi terorisme ala Noordin M. Top.
Wajarlah jika hingga kini, polisi, yang telah dibekali dengan peralatan canggih bahkan mendapatkan pelatihan-pelatihan khusus, belum juga berhasil menangkap gembong teroris, Noordin M. Top. [ ]
Masuk: 13 Ags 2009 (15:46 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi