| Lintas Agama lainnya |
Tetapi, MUI Jatim menolak tegas jika Gus Dur disebut sebagai bapak pluralisme, karena makna pluralisme ini sangat rancu dan berbahaya jika diterjemahkan masyarakat awam. Demikian dinyatakan Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori saat memberikan masukan dalam sidang Badan Pembina Pahlawan Daerah (BPPD) Jatim di kantor gubernur, Rabu (13/1).
Menurut Abdusshomad, saat ini banyak laporan yang masuk ke MUI Jatim, kalau para kiai mulai diundang pendeta untuk masuk gereja. Hal ini dianggap menimbulkan konflik agama, jika masyarakat awam tidak memahami maksud pluralisme tersebut.
Sementara itu, Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, Nursyam menambahkan, dari penelitian yang dilakukannya, menunjukkan jika Gus Dur sangat berperan dalam mengkampanyekan Batik Indonesia ke dunia Internasional.
"Jauh hari sebelum batik secara resmi diakui internasional, Gus Dur telah mengkampanyekannya dengan selalu gunakan batik," tandas Nursyam. [nuo]
Masuk: 14 Jan 2010 (12:39 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi