| Lintas Agama lainnya |
Salah sendiri. Demikian kira-kira pesan yang ingin disampaikan film Iran anti Wilders yang berjudul “Beyond Fitna”. Seperti film Wilders, film itu ternyata juga berisi progapanda yang tidak istimewa. Dengan gaya yang sama, musik dramatis mengiringi adegan gunting tempel tanpa teks, pembuatnya melawan propaganda anti islam Wilders.
Damai
Film itu pertama-tama menampakkan bagian teks al Quran yang menunjukkan bahwa islam bukanlah agama seperti yang dikatakan Wilders. Islam adalah agama damai. Islam menghormati hak-hak kalangan non muslim dan perempuan serta mendorong pemeluknya untuk melakukan penelitian ilmiah.
Selanjutnya film itu juga menampilkan serangkaian tayangan kekerasan umat kristen dan yahudi terhadap muslim. Perang salib, Irak, Palestina dan Guantánamo Bay, serta foto-foto dari penjara Abu Ghraib. Disisipi dengan potongan khotbah pendeta kristen dan rabi yahudi, yang harus membuktikan bahwa kekerasan itu dibenarkan oleh agama nasrani.
Film itu diluncurkan oleh organisasi Iran yang menyebut diri LSM islam dan kristen. Begitu Fitna diluncurkan mereka menyatakan akan menjawab film buatan politikus ekstrim kanan Belanda itu. Menurut LSM Iran ini, “Beyond Fitna” digarap oleh mahasiswa dan pembuat film dokumenter profesional dengan pengawasan para ulama.
Pemerintah
Kantor berita Iran, IRNA menekankan kemandirian para pembuat film itu. Namun ada yang tidak cocok, kata Mina Saadadi, jurnalis situs internet Sharzad News. Menurutnya, LSM pembuat film itu mendadak sontak berdiri, pendirinya tidak lain adalah otoritas Iran. ”Jadi jelas sekali, ini adalah prakarsa pemerintah”
Selain reaksi atas film Fitnanya Wilders, film “Beyond Fitna” juga merupakan jawaban atas tuduhan Paus Benediktus XVI. Tahun lalu Sri Paus mengutip seorang kaisar Byzantium yang ucapannya membangkitkan anggapan islam adalah agama yang penuh kekerasan.
Mohammed Karimi, jurubicara LSM penggarap “Beyond Fitna” menekankan bahwa filmnya merupakan bagian kampanye menentang polemik anti islam di barat, bukan anti nasrani. Film itu menghargai semua agama monoteisme, katanya. Namun film itu menghancurkan propaganda anti islam yang dilancarkan kalangan ekstrimis barat.
Tak ribut
Media massa Iran begitu ramai memberitakan peluncuran film tersebut. Beyond Fitna keluar dalam versi Bahasa Parsi, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Versi enam bahasa lain juga akan keluar. Di Iran film tersebut diputar di gedung bioskop. Namun Mina Saadadi dari Shahrzad News meramalkan film itu tidak akan menimbulkan ribut-ribut. Khalayak Iran menanggap film itu sebagai propaganda pemerintah.
Selain itu, film Wilders sendiri juga tidak menimbulkan ribut-ribut yang berarti di Iran. Pemerintah Iran memang berang ketika film itu muncul, sementara beberapa situs internet konservatif terus saja berkeluh kesah. Demonstrasi menentang Fitna hanya dihadiri sekitar 30an orang. Mereka mengacungkan spanduk yang menyatakan tidak tersinggung dengan isi film Fitna. [rnw]
Masuk: 15 Jun 2008 (13:21 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi