| Lintas Agama lainnya |
"Saya prihatin dengan kondisi ini. Ada asap, pasti ada apinya. Tetapi api tidak akan muncul kalau tidak ada medianya. Maka dari itu, kami mengharapkan seluruh elemen masyarakat untuk tidak membuka media untuk mereka manfaatkan," kata Andi Mulya dalam "Rapat Koordinasi Unsur Muspida dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Ormas Islam, LSM, FKUB, dan Lintas Agama Dalam Upaya Menyikapi Terjadinya Bom Bunuh Diri di Solo Jawa Tengah Demi Terciptanya Kondusivitas Keamanan di Kota Cirebon" di Mako Polres Cirebon Kota, Senin (26/9) petang.
Maraknya buku tersebut, lanjut dia, merujuk kepada ajakan perpecahan antaragama. Andi Mulya pun meminta kepada Wali Kota Cirebon Subardi untuk setanggap-tanggapnya atas kejadian tersebut. "Selama ini banyak sekali provokasi, tetapi umat Islam di Cirebon masih bisa sabar. Jangan sampai terbukanya media seperti ini membuat umat Islam menjadi tidak sabar," katanya.
Menanggapi hal tersebut, di tempat yang sama Pendeta Yohannes dari Katolik menuturkan penulis buku adalah oknum. "Itu adalah kejahatan kemanusiaan sehingga tolong jangan dikaitkan dengan agama," katanya. []
© Pikiran Rakyat
Masuk: 26 Sep 2011 (22:30 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi