| Lintas Agama lainnya |
Film bertema toleransi beragama tersebut rencananya akan ditayangkan di stasiun televisi SCTV Senin pekan depan jelang Hari Raya Idul Fitri. Penegasan ini disampaikan Hanung menanggapi ancaman ormas Front Pembela Islam, FPI yang akan menggelar demo di SCTV jika film tersebut tetap ditayangkan.
Hanung menduga, FPI sudah ditunggangi pihak tertentu yang sengaja ingin merusak citra Islam dan keberagaman agama. Hanung menegaskan FPI tak punya hak untuk melakukan intervensi terhadap media.
"Berbeda pendapat tidak ada persoalan, berbeda pendapat bagi saya tidak masalah. Film itu kan karya budaya, karya seni yang memang diperdebatkan dari dulunya memang begitu film. Cuma kalau ada pemaksaan itu namanya preman, di Islam itu tidak ada pemaksaan, jangankan nonton film, (pindah) agama juga tidak (ada) paksaan, untuk beragama Islam tidak ada pemaksaan," tegas Hanung.
Hanung mengaku heran dengan respon FPI yang menolak film Tanda Tanya. Alasannya film yang sempat diputar di Melbourne, Australia mendapat apresiasi dari penonton.
Sebelumnya, beredar informasi ormas FPI melakukan tekanan terhadap stasiun televisi SCTV agar membatalkan penayangan Film Tanda Tanya, karya Hanung Bramantyo. FPI akan mendatangi SCTV, besok. Sementara, SCTV telah menjadwalkan penayangan film tersebut, pada malam takbiran. []
© KBR68H
Masuk: 26 Ags 2011 (21:54 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi