| Lintas Agama lainnya |
Rudy menjadi sasaran kecaman kelompok Islam karena dianggap melakukan penistaan terhadap Islam melalui akun Facebook-nya. Dalam akunnya itu, Rudy kerap membuat status berisi pemikiran dan pemahamannya tentang Islam dan Kristen. Dia bahkan sering mengajak para pengguna Facebook untuk berdebat tentang ajaran kedua agama.
Status-status Rudy pun banyak memicu amarah umat Islam, sebab ia dianggap menghina Islam dan Allah. Meski demikian, ada juga yang membela Rudy.
Reaksi pun datang dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). KWI bahkan meminta Facebook untuk memblokir akun Rudy.
"Kami berharap akunnya (Rudy Hutagalung, red) diblok secara resmi oleh Facebook, karena isinya mengandung SARA dan mengadu domba umat beragama di Indonesia," kata Romo Benny Susetyo, sebagaimana dikutip Inilah.com (15/8).
"Orang seperti Rudi ini golongan minoritas dalam Kekristenan di Indonesia, sangat tidak mewakili Kekristenan secara umum," tambah Romo Benny. "Kami di KWI dan juga PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) sangat menekankan agar menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia."
"Menyebarkan ajaran Kristus tidak boleh dengan memaksa dan merendahkan agama lain seperti itu, ini salah kaprah namanya."
Sementara, Ketua Umum GP Al Washliyah, Hasan Maturidi, mengatakan, "Kami minta teman-teman dari Kristiani juga ikut membantu memberi informasi dan menasihati agar Rudy bersikap jantan, jangan hanya berani di Facebook saja."
"Berani berbuat ya harus berani bertanggung jawab, jangan jadi pengecut bersembunyi. Kalau tidak mau meminta maaf ya pertanggungjawabkan di jalur hukum," kata Hasan.
Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan sebagainya memang memungkinkan orang-orang untuk lebih bebas mengekspresikan diri. Saat ini, di berbagai jejaring sosial, bertaburan begitu banyak akun yang gemar berdebat soal berbagai isu, termasuk agama. Ada yang bersifat agresif, ada juga yang cenderung defensif.
Orang-orang seperti Rudy bisa jadi adalah orang-orang yang gusar karena serangan-serangan terhadap agamanya sendiri, bisa juga itu murni dilakukan atas dasar semangat penyebaran agama. Apapun motivasinya, tindakan pemblokiran akun-akun "nakal" hanyalah membereskan masalah di permukaan. Pemerintah mesti lebih serius lagi mencari dan mengatasi akar persoalan sesungguhnya dalam hubungan antar agama.
Sikap tidak tegas pemerintah yang cenderung membiarkan isu-isu keagamaan memanas dan berujung konflik dapat membangkitkan sentimen-sentimen anti-agama yang lebih luas.
Selain itu, tokoh-tokoh agama dan lembaga-lembaga keagamaan pun perlu memberikan teladan dalam membangun kerukunan antar umat beragama. Hasutan, provokasi atau ceramah dan khotbah yang cenderung melecehkan agama lain pun harus dihindari, karena hal-hal tersebut sama sekali tidak mendorong terciptanya iklim beragama yang kondusif.
Demikian juga dengan literatur-literatur yang bersifat menistakan agama lain sebaiknya tidak lagi diterbitkan.
Setiap agama seharusnya membangun bentuk-bentuk syiar agama yang lebih positif dan tidak saling menyinggung satu dengan yang lainnya. []
Masuk: 15 Ags 2011 (17:38 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi