| Lintas Agama lainnya |
Namun warga kemudian menjadi resah ketika pemuka agama mayoritas di desa tersebut menggelar aksi penolakan yang mengundang keributan dan aparat keamanan. "Pada akhirnya masyarakat umum di sini dengan beberapa kejadian setiap minggu ramai, banyak aparat kepolisan, warga umum menjadi resah dengan kondisi itu," tuturnya di kediamannya, Mustika Jaya, Bekasi.
Ketakutan akan aksi penolakan dan kehadiran aparat kepolisian itu juga diungkapkan seorang penjual makanan di sekitar lokasi gereja, Parma. "Saya sampai nggak bisa makan kalau hari Minggu. Kalau orang-orang teriak, saya pengen teriak. Ya ini kenapa ini kampung jadi kayak begini ya? Kayak perang di tv," tuturnya.
Jemaat HKBP yang beribadah di Mustika Jaya itu menurut Rimin berasal dari Pondok Timur. Mereka pindah lokasi peribadahan karena menurut Rimin, lokasi ibadah HKBP di Pondok Timur telah disegel pemerintah daerah setempat.
"Akhirnya singkat cerita di sana ditutup, disegel pemerintah daerah, mungkin dengan desakan tokoh muslim juga," katanya.
Adapun sebidang tanah kosong yang digunakan untuk kebaktian HKBP Pondok Timur setiap Minggu itu menurut Rimin adalah milik anggota HKBP yang tinggal di Jati Mulia, Bekasi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi kebaktian, Mustika Jaya, tampak spanduk-spanduk berisi seruan penolakan terhadap umat HKBP dengan mengatasnamakan Masyarakat Mustika Jaya. Salah satu spanduk berbunyi "Hentikan kebaktian Ilegal HKBP saat ini juga atau masyarakat bertindak." []
© Kompas
Masuk: 13 Sep 2010 (14:45 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi