| Lintas Agama lainnya |
Islamic Center Boston telah menjalin kontak dengan otoritas kepolisian Wayland dan telah diyakinkan bahwa akan ada polisi yang berjaga di lokasi saat unjuk rasa berlangsung. WBC memiliki hak amandemen pertama mereka untuk dengan damai berkumpul di sekitar properti publik dan mereka akan melakukannya di Islamic Center itu. Namun, mereka tidak dibolehkan masuk ke properti Islamic Center dan polisi Wayland akan berusaha untuk menjaga tata tertib dan keamanan lingkungan pada saat itu.
Kota Wayland dan komunitas sekitarnya selalu sangat mendukung kehadiran Islamic Center itu di tengah-tengah mereka, kali ini juga tidak berbeda. Islamic Center telah menerima beberapa pesan dukungan dari tempat ibadah setempat dan pendukung lainnya di daerah itu mengenai perkembangan ini.
Kelompok-kelompok seperti WBC berusaha mencari perhatian dengan menciptakan berbagai insiden. Cara terbaik untuk menangani mereka adalah dengan mengabaikan mereka dan tidak memperhatikan kegiatan mereka.
Karena itu Islamic Center Boston memutuskan untuk tidak menanggapi demonstrasi WBC di tempat mereka. "Kami berharap dan berdoa agar mereka bisa menemukan hal yang lebih baik untuk waktu, sumber daya, dan energi mereka," ujar ketua Islamic Center, Malik Khan.
Tidak ada kegiatan rutin dalam jadwal Islamic Center pada hari Jumat pagi saat protes berlangsung karena itu mereka menyarankan orang-orang untuk menjauhi Islamic Center selama waktu itu dan sepenuhnya mengabaikan kegiatan kelompok tersebut.
"Tentu saja kami akan melakukan sholat Jumat seperti biasanya, insyaallah."
Tahun lalu, WBC, yang terkenal dengan slogannya "Tuhan membenci orang homo," melakukan unjuk rasa di Cambridge dua kali – satu di Sekolah Hukum Harvard dan satu di Cambridge Rindge dan Sekolah Latin.
Sementara itu, anggota dewan Hillel Harvard dan mahasiswa di seluruh kampus merencanakan "Protes Absurditas Kejutan" untuk menantang pesan anti-Semit WBC.
Tahun lalu, WBC, yang terkenal dengan slogannya "Tuhan membenci orang homo," melakukan unjuk rasa di Cambridge dua kali – satu di Sekolah Hukum Harvard dan satu di Cambridge Rindge dan Sekolah Latin.
Penyelenggara protes tandingan Harvard mengatakan Protes Absurditas Kejutan itu dimaksudkan untuk menyoroti kekonyolan pesan WBC.
"Kami tidak mau menanggapi serius protes mereka," ujar Wakil Presiden Hubungan Masyarakat Hillel, Lilli R. Margolin. "Kami rasa itu absurd." []
© Suara Media
Masuk: 03 Des 2010 (17:28 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi