| Lintas Agama lainnya |
Namun Bachtiar tidak menampik kekerasan atas nama agama masih ada di Indonesia. Sebagai contoh, kasus tuntutan pembubaran Ahmadiyah yang dimotori sebuah ormas Islam beberapa waktu lalu. Kekerasan-kekerasan berkedok agama yang terjadi sejak reformasi bergulir diciptakan oleh sejumlah faktor yang tak terkait sama sekali dengan agama. "Seperti ekonomi, politik, kebebasan, dan lain-lain yang tidak ada kaitannya dengan agama," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN itu.
Menurut Bachtiar, setiap kekerasan semestinya bisa diredam asalkan fungsi-fungsi negara berjalan normal. "Kalau ada orang membakar rumah ibadah harus dihukum, karena itu perbuatan kriminal," katanya.
Hal senada juga diungkapkan dosen komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando. Hal ini, kata dia, bisa dilihat dari gerakan purifikasi Islam yang mulai dominan di indonesia. Yang dimaksud purifikasi adalah gerakan memurnikan kembali ajaran-ajaran Islam berdasarkan teks-teks kitab suci.
Ade menambahkan, doktrin-doktrin gerakan purifikasi Islam, diantaranya, mengharamkan mengucapkan selamat Natal bagi kaum Muslim kepada penganut agama Kristen. "Mereka bersifat agresif. Itu sesuatu yang baru buat keislaman di Indonesia," kata Ade. [ ]
© Tempo
Masuk: 13 Jul 2010 (10:28 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi