| Lintas Agama lainnya |
Mereka, katanya Kiai Ma’ruf, memahami ajaran Islam hanya berdasarkan teks suci, tanpa ada penafsiran secara substansial. Akibatnya, sering kali terjadi kesalahpahaman dan bahkan kerap terjadi penggunaan teks suci agama secara serampangan.
“Pola pikir tekstualis ini adalah bentuk kesesatan dalam (memahami) agama,” ujar Kiai Ma’ruf dalam khotbah Jumat di Masjid Al Hikam II, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7).
Di sisi yang lain, lanjutnya, juga muncul kelompok Islam yang berpola pikir “liberal”. Kelompok ini, katanya, justru kebalikan dari kelompok tekstualis. Namun, dalam menafsiri teks suci agama, mereka cenderung sangat bebas tanpa aturan.
Seperti halnya kelompok tekstualis, imbuhnya, kelompok liberalis itu juga merupakan ancaman bagi Islam. Pasalnya, mereka cenderung akan “menyimpangkan” pemahaman atas ajaran agama.
“Mereka mendistorsi agama, menafsirkan teks agama tanpa menggunakan batasan-batasan. Penafsirannya sering kali keluar dari ‘garis-garis’ agama,” terang Kiai Ma’ruf dalam khotbahnya di masjid yang didirikan KH Hasyim Muzadi itu. [NUO]
Masuk: 18 Jul 2009 (15:28 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi