| Lintas Agama lainnya |
Demikian pernyataan masyarakat warga Ciketing yang disampaikan oleh Sekretaris Presidium Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB), H Shalih Mangara Sitompul dalam pertemuan bertema "Dialog Terbuka Mencari Solusi HKBP" di Hotel Marcopolo Menteng Jakarta Pusat (Kamis, 16/9/2010).
Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) dengan tujuan untuk meluruskan berita media massa yang menyebutkan bahwa umat Islam menyerang jemaat HKBP yang hendak melakukan kebaktian di gereja dalam insiden 12 September 2010.
Menurut Shalih, tidak benar berita media massa bahwa umat Islam melakukan penyerangan kepada jemaat HKBP. Peristiwa 12 September 2010 itu adalah bentrokan masa antar 10 orang pemuda yang mengendarai motor menuju Masjid Nurul Huda dengan rombongan jemaat HKBP sekitar 200 orang yang akan menuju lokasi lahan kosong yang mereka jadikan sebagai tempat kebaktian.
"Jadi tidak benar adanya penyerangan kepada pihak HKBP namun bentrokan antar masa, yang mana dari pihak 10 pemuda itu pun jatuh korban dan luka-luka," papar pengacara yang akrab disapa Bang Haji SMS ini.
Shalih juga membantah jika perseteruan gereja ilegal HKBP dengan umat Islam warga Ciketing dipicu oleh sikap intoleransi umat Islam.
"Akar masalah yang terjadi di Ciketing adalah ketidakpatuhan pihak HKBP terhadap aturan pemerintah yang telah ditetapkan," tegas Shalih yang juga Kuasa Hukum 10 tersangka penusukan jemaat HKBP itu.
Senada itu, Munarman dari DPP FPI menjelaskan bahwa biang keladi insiden penusukan jemaat HKBP Bekasi adalah provokasi jemaat HKBP sendiri. Sayangnya, kata Munarman, para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim dengan konvoi itu tak satu pun yang diperiksa.
HKBP Ingkar Janji
Pihak HKBP Bekasi tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Padahal, menurut Koordinator Nasional GPP, Demian Dematra, acara tersebut sebenarnya diprakarsai oleh HKBP sendiri untuk berdialog dengan umat Islam. Namun sampai acara berakhir, perwakilan dari HKBP tak ada yang hadir tanpa alasan yang jelas.
"Sangat disayangkan mereka tidak ada yang hadir, padahal kita sudah merencanakan membuat rekomendasi untuk masalah ini," kata Demian yang juga menjadi host pada acara tersebut.
Ketidakhadiran HKBP tidak diketahui dengan jelas alasannya, padahal menurut Demian, dia sudah berkali-kali mengkonfirmasi pihak HKBP untuk menyempatkan waktu pada acara yang mereka usulkan sendiri tersebut.
"Saya sudah berulang kali mengkonfirmasi mereka, tapi saya tidak tahu alasan mereka apa, mengapa tidak bisa hadir? Padahal acara ini usulan dari mereka untuk menyelesaikan masalah ini," ungkap pria berambut gondrong tersebut. []
© Voa-Islam
Masuk: 18 Sep 2010 (04:26 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi