| Lintas Agama lainnya |
Djamil sebagai Juru Bicara Fraksi PKS menyampaikan pokok pikiran Fraksi PKS. Dalam penyampaiannya itu, Djamil mengutip dari Injil Mathius, "Perlakuan terhadap anak-anak menjadi cerminan kesetiaan umat Kristiani terhadap Tuhan sebagaimana dalam Matius 18:5," paparnya.
Ketika dikonfirmasi seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi Hukum dengan beberepa menteri seperti Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Djamil mengaku dirinya merupakan sosok inklusif.
"Saya ini alumnus IAIN (ar-Raniry Banda Aceh), menghadirkan Islam Rahmatan Lil 'Alamin," akunya.
Dia menuturkan, semua produk undang-undang harus menginspirasi semua ajaran agama di Indonesia. Pengutipan ayat dari Injil Matius, lanjut Nasir, menunjukkan partai ini tidak memiliki pandangan sempit.
"Ini bukti kami tidak berpandangan sempit," ujarnya.
Usai menjelaskan pandangan Fraksi PKS, Nasir langsung mendapat komentar dari pimpinan sidang yang juga Ketua Komisi Hukum DPR Benny K Harman. Benny menuturkan, sebagai orang Kristiani, dirinya memahami betul tentang Matius yang dibacakan oleh Djamil.
"Intinya begini, kalau ada anak nakal, tidak boleh dihukum. Begitu pula kalau PKS nakal sedikit, mohon bisa dimaklumi," seloroh Benny yang langsung disambut tawa audiens.
Benny agaknya mau menyindir keberadaan PKS yang dalam Sekretariat Gabungan Koalisi kerap berbeda dengan mayoritas partai koalisi. Yang mutakhir dalam usul hak angket pajak, PKS bersama Partai Golkar berbeda pandangan dengan partai koalisi lainnya dengan mendukung usul hak angket pajak. []
© Eramuslim
Masuk: 30 Mar 2011 (00:19 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi