| Lintas Agama lainnya |
"Informasinya barusan kalau rumah saya dan pesantren, ya, sudah habis dilalap api. ya, begini, sebetulnya dari kemarin, satu minggu yang lalu, mereka ini mau nyerang nda jadi, mau nyerang nda jadi. Baru puncaknya tadi pagi ini sekitar jam sembilan lah, jam sembilan atau kurang dari jam sembilan itu mereka sudah tiba-tiba datang dan terus membakar rumah itu. Mereka ini orang-orang yang lama sebetulnya dari kelompoknya Rois, dan teman-temannya yang lain."
Tajul Muluk menambahkan, saat ini pelaku sudah mulai mengincar rumah-rumah warga. Tajul menuturkan, jemaah khawatir keselamatan mereka terancam. Sejak April lalu ribuan orang ditengarai berniat menyerang kampung Syiah yang dijadikan tempat kegiatan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia, IJABI. Namun penyerangan urung terjadi karena aparat kepolisian telah membawa Ketua IJABI, Tajul Muluk ke Markas Kepolisian Sampang.
GP Ansor Akan Kirim Banser
Terkait peristiwa pembakaran madrasah Syiah tersebut, Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan mengirimkan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) ke Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Tindakan itu untuk membantu kepolisian dalam pengamanan desa itu pasca pembakaran rumah, Madrasah, dan Surau Islam Syiah pagi tadi. Kepastian itu diungkapkan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, di Jombang. Ia mengecam keras aksi kekerasan yang diduga dilakukan ratusan orang dari Islam Sunni pimpinan Rois itu.
“Ini sekali lagi saya menyesalkan, sedih, mengecam semua tindakan aksi kekerasan ini dan akan segera membantu aparat keamanan untuk pertama membantu aset-aset syiah disana, yang kedua adalah untuk bersama-sama menentramkan kembali masyarakat, menyadarkan kepada masyarakat, mengedukasi kepada masyarakat yang sebagian besar saya yakin adalah orang sunni, supaya menjadi sunni yang baik dan tidak boleh melakukan tindakan kekerasan.”
Nusron Wahid berharap aparat dapat menindak tegas siapapun pelaku maupun dalang aksi kerusuhan tersebut. Pagi tadi ratusan orang, diduga dari kelompok Islam Sunni yang dipimpin Rois, membakar rumah, sekolah dan musholla milik tokoh Islam Syiah, Tajul Muluk di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang. Aksi dipicu adanya konflik keberadaan Islam Syiah di desa tersebut. []
Masuk: 30 Des 2011 (03:13 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi