| Lintas Agama lainnya |
Para pemimpin gereja menyebut tindakan mahasiswa yang diketahui bernama Gamal Abdallah Masoud itu sebagai 'tindakan yang tidak bertanggung jawab'.
Akibat perbuatan itu, kekacauan dan kekerasan meletus di empat desa di Assiut selama dua hari. Para penduduk Muslim di empat desa berkumpul untuk menghancurkan rumah Masoud guna melampiaskan kekecewaan. Beruntung, penjagaan ketat dari aparat keamanan membuat rumah Masoud aman dari serangan massa. Tetapi warga Muslim yang kesal lantaran tidak bisa membakar rumah Masoud melempari petugas dengan batu.
Karena perbuatannya, Masoud ditangkap pasukan keamanan di lokasi yang tidak diketahui. Ia lalu diinterogasi atas insiden itu.
Untuk mendinginkan ketegangan, Gubernur El-Sayed El-Borie menggelar pertemuan dengan Pendeta Kriste dan Syaikh Muslim, Minggu (1/1/2012). Mereka bekerja keras untuk menenangkan massa yang ingin memburu Masoud.
Umat Muslim menuntut agar Masoud dan keluarganya angkat kaki Kota Assuit untuk kebaikan bersama. Selain itu, umat Muslim di daerah itu juga menuntut agar Masoud dituntut hukuman penjar atas tuduhan penghujatan.
Kejadian serupa pernah terjadi pada Oktober 2011. Dimana sebuah pengadilan menghukum seorang pria muda Koptik Mesir tiga tahun penjara karena tuduhan memposting gambar yang menghina Islam dan Nabi Muhammad di akun Facebook miliknya. []
Masuk: 02 Jan 2012 (03:20 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi