Perisai.net - SEORANG mahasiswa Saudi di Amerika membaca beberapa ayat dari surat Maryam di dalam sebuah gereja di depan puluhan orang dari berbagai kebangsaan dan agama yang berbeda untuk memberikan mereka pemahaman yang benar terkait banyaknya pertanyaan terhadap ajaran Islam dan al-Qur'an.
Surat kabar Sabaq melaporkan bahwa pembaca al-Qur'an tersebut bernama Ahmad Jaffar, MA seorang mahasiswa pascasarjana. Dan pembacaan serta penjelasannya tentang Islam dan al-Qur'an memiliki dampak yang sangat signifikan di hati para hadirin yang mendengarkannya, serta menjadikan peristiwa tersebut 'pembicaraan' banyak media di mana seorang mahasiswa muslim membacakan ayat al-Qur'an dengan indah di dalam sebuah gereja.
Surat kabar tersebut menambahkan: "Sejumlah besar peserta mengajukan pertanyaan terkait tentang Islam kepada mahasiswa asal Saudi yang berada di dalam gereja tersebut." Dilaporkan juga bahwa mahasiswa Ahmad Jaffar yang membaca ayat al-Qur'an di dalam gereja tersebut merupakan bagian dari World Festival of Justice, yang dirinya ikut ambil bagian dalam acara tersebut.
Ahmad Jaffar kepada media menyatakan bahwa dirinya menyadari bahwa pengetahuan akademis telah menghasilkan banyak penyebaran kebudayaan Islam di Amerika, sembari mengatakan: "Meskipun ada banyak agama, kebudayaan dan sebagainya namun kita semua hidup di satu planet yang sama dan kita harus menerima banyak perbedaan tersebut."
Surat kabar Sabaq dalam laporannya memuji langkah mahasiswa Saudi tersebut dan menekankan bahwa tindakan itu bisa menjadi gambaran yang cerah untuk umat Islam.
Di mana ayat al-Qur'an yang dibaca indah di dalam sebuah gereja akan memberi kontribusi keterbukaan untuk adanya dialog kepada banyak orang sehingga mereka bisa mengetahui dan memiliki pandangan yang benar terhadap Islam. []
© Eramuslim
Bagikan ke Facebook
Masuk: 23 Nov 2010 (14:50 UTC+07)
Anti-Munafik, Jesus Kristus | 22 Jan 2011 (07:44 UTC+07)
Terbukti bahwa agama Kristen paling menjunjung toleransi umat beragama, hanya Gereja yang memperbolehkan Kitab agama lain dibacakan disana, sedangkan Islam...., hmmmm.....hanya pada saat mereka menjadi kaum minoritas suatu negara atau daerah saja, mereka bisa berdamai, bukan mau berdamai..., tp bila mereka sudah menjadi pemegang kekuasaan, dgn landasan agama diterapkan di negara dan bukan bagi pengikut agamanya saja, maka itu sebuah kediktatoran...., di negara2 Arab yang mayoritas Muslim, mana boleh gereja berdiri, umat kristiani malah dibunuh, bahkan dihalalkan untuk dibunuh, dilakukan diskriminasi.., dan hal2 ini dianggap oleh sebagian besar penganut Islam di Indonesia adalah hal yang baik, hal yang harus ditutup2i namun terjadi...
Di Indonesia, pendirian rumah doa atau rumah ibadah skala kecil dilarang, tp pendirian langgar yg lebih kecil tingkatannya dari mushola di perbolehkan, presiden saja, klo mau jadi Presiden harus beragama Islam, selain Islam ga boleh, Bakal ada DEMO besar2an, Beda ama negara Islam yang menganut paham tidak tertulis mereka, Bila Presidennya beragama Kristen, maka Wakilnya boleh bukan Kristen, dan Bila Presidennya Islam, maka wakilnya adalah yg bukan beragama Islam...MTI1LjE2MC4zMy43OQ== |