| Lintas Agama lainnya |
Oleh karena itu, selain pendidikan formal, sangat dibutuhkan pendidikan akhlak dan pemahaman agama yang benar, untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Demikian disampaikan Ketua DPR RI Marzuki Alie dalam acara Seminar Nasional Pendidikan mengenai Implementasi Guru di Era Otonomi Daerah, di Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu (20/11/2011).
Pembicara lain dalam seminar, yaitu Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo, dan Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Unifah Rosyidi.
Menurut Marzuki, faktor pendidikan sangat penting untuk mewujudkan kelangsungan generasi dalam menciptakan kehidupan bernegara yang berkelanjutan. Saat ini, genenasi muda di Indonesia telah banyak y ang terkontaminasi oleh korupsi. Hal itu seperti terlihat dalam pemilihan pengurus organisasi-organisasi kepemudaan, yang diwarnai kasus penyuapan.
Kondisi tersebut, lanjutnya, merupakan hasil pendidikan masa lalu. "Artinya ada yang salah dengan pendidikan kita," ujarnya.
Oleh karena itu, perlu adanya perubahan dalam pendidikan. Selain pendidikan formal, siswa juga harus mendapatkan pendidikan agama secara benar. Ia menilai adanya kesalahan dalam pendidikan agama di sekolah, yaitu tidak adanya pendidikan pemahaman agama bagi siswa.
Pendidikan agama lebih dijadikan sebagai pelajaran, dan diujikan di sekolah. "Padahal seharusnya pemahaman akidah terlebih dahulu, baru diajarkan syariatnya," katanya. []
© Kompas
Masuk: 20 Nov 2011 (22:38 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi