Login Anggota
Pengguna Facebook dapat login menggunakan tombol berikut:
Anggota TerbaruMas Ihsan El Khalish• Anita Kurnia Dewi• Wawan S Tarman• Nur Kafit• Enggi Dewanti• Esra Statistik • Situs ini telah dibuka sebanyak 2.971.341 kali • OS Anda: Tidak Dikenal • Browser Anda: Tidak Dikenal • IP Anda: 38.107.179.221 • Ini adalah kunjungan Anda ke 88 • Unique visitors: lebih ditail
Hak cipta berita ada pada situs sumber
Kirim Artikel ke Teman Anda
Anda ingin mengirimkan artikel berjudul "Masjid di Prancis Jadi Sasaran Penistaan" kepada teman Anda
Isi Artikel: Sebuah masjid di Prancis kembali menjadi sasaran vandalisme akhir pekan kemarin. Serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan makin meningkatnya sentimen anti-Islam di negeri itu. Pelaku vandalisme menuliskan kata-kata "Keluarkan Islam dari Eropa" dan "Prancis untuk Orang Prancis" di dinding dan pintu masuk masjid di kawasan Crepy-en-Valois, sebelah utara Paris. Sebulan sebelumnya, masjid di selatan kota Castres juga menjadi sasaran vandalisme. Pelakunya mencoret-coret bagian luar dinding masjid dengan gambar swastika, logo Nazi di zaman Hitler, dan tulisan "Sieg Heil," salam khas di zaman Hitler. Bukan cuma itu, di daun pintu ditemukan gambar-gambar bendera Prancis dan telinga babi serta kaki babi yang digantungkan pelakunya ke gagang pintu masjid. Para pemuka Muslim di Prancis sudah meminta otoritas berwenang di Prancis agar berbuat sesuatu untuk mengakhiri kecenderungan makin meningkatnya aksi vandalisme ke tempat-tempat ibadah kaum Muslimin. Dewan Muslim Prancis juga mendesak Presiden Nicolas Sarkozy untuk mendukung parlemen yang menyerukan agar pemerintah membahas persoalan makin meningkatnya gejala Islamofobia di Prancis. Tapi pemerintah menolak usulan komisi parlemen itu bersamaan dengan rencana memberlakukan larang bercadar di tempat-tempat umum. Sikap pemerintah membuat para pemuka Muslim di Prancis kecewa. Tokoh Muslim di Castres, Abdulmalik Bouregba menyatakan, aksi-aksi vandalisme di masjid-masjid adalah dampak dari sikap pemerintah Prancis yang lebih meributkan persoalan identitas nasional dan mengabaikan keberadaan komunitas Muslim di negeri itu. Padahal, Prancis adalah negara Eropa yang paling banyak warga Muslimnya, yaitu sekitar 7 juta jiwa dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. [em]
Nama Anda: Email Anda: Nama Teman Anda: Untuk mengirim kepada lebih dari satu orang, pisahkan dengan tanda koma contoh: Matthew, Mark, Luke, John Email Teman Anda: Untuk mengirim kepada lebih dari satu orang, pisahkan dengan tanda koma contoh: matt@domain.com, mark@domain.com, lk@domain.com, jhn@domain.com Pesan Anda: tag HTML yang diizinkan: <b><i><u><img><a><ul><li><ol>
Masukkan Kode yang ada di gambar: tanpa spasi dan semuanya terdiri dari angka (tidak ada huruf)
lihat semua
Kami membuka layanan Konseling untuk masalah pernikahan, pekerjaan, bisnis, dan berbagai persoalan kerohanian lainnya. Klik Di Sini
Anda ingin didoakan oleh Tim Doa kami?
Klik Di Sini
Dapatkan berita-berita terbaru dari situs ini langsung ke email Anda:
E-mail Anda:
Gabung ke mailing list (milis) kami