| Lintas Agama lainnya |
Namun warga Muslim Inggris mendesak aparat berwenang agar melarang aksi protes yang akan digelar tepat pada peringatan serangan 11 September itu. Mereka khawatir aksi protes itu akan menimbulkan bentrokan seperti yang terjadi hari Sabtu kemarin di Birmingham antara kelompok anti-Islam English Defence League (EDL) dan kelompok anti-fasis.
Selain itu, aksi protes bertepatan dengan waktu salat Jumat bagi kaum Muslimin. Harun Syaikh, pimpinan Masjid Sentral Harrow mengatakan, sedikitnya 200 sampai 300 Muslim akan berkumpul di masjid itu besok untuk salat Jumat. "Kami mengkhawatirkan para jamaah. Akan sulit untuk mengontrol orang pada saat seperti itu," kata Syaikh.Ia khawatir insiden Birmingham akan terulang di Harrow.
Sementara itu, salah satu pentolan UAF, Weyman Bennett menuding kelompok-kelompok anti-Islam sedang berusaha untuk memicu "konflik etnis" di Inggris. Bennet menyebut kelompok anti-Islam itu sebagai para hooligan yang ingin menyerang orang lain.
"Saya sangat yakin itu. Apa yang akan terjadi? akan ada respon. Mereka tahu sekali apa yang akan dilakukan orang yang diserangnya, mereka ingin memancing orang keluar dari masjid," ujar Bennett.
Ghulam Rabbani, sekjen Masjid Harrow menyatakan tidak mengerti mengapa kelompok anti-Islam memilik masjidnya sebagai tempat aksi protes."Mereka menuding kami berencana membentuk pengadilan syariah, padahal kami tidak pernah punya rencana itu. Komunitas di sini beragam, ada Muslim, Kristen, Hindu dan Yahudi. Kami menjalin hubungan yang baik selama 25 tahun ini," kata Rabbani. [EM]
Masuk: 11 Sep 2009 (14:10 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi