| Lintas Agama lainnya |
Menurut Suryadharma, pentingnya membuka forum dialog itu, agar penganut aliran sesat itu dapat kembali ke nilai ajaran agama yang murni, bukan hanya mengakui sebagian dari nilai ajaran itu kemudian menambahkan dengan ajaran baru.
Lebih lanjut Suryadharma menggambarkan, penganut aliran Islam Jawa Sunda (Jasun) yang berdomisili di perbatasan wilayah Jawa dan Sunda. Pembawa ajaran tersebut mengaku beragama Islam, tetapi ajarannya berbeda dengan ajaran Agama Islam yang sesungguhnya.
"Pelakunya sudah ditangkap. Sulaeman yang mengaku bisa membawa penganutnya masuk surga dengan membayar Rp 1 juta, itu merupakan aliran sesat," katanya.
Menyinggung upaya peningkatan kualitas kerukunan beragama, ia mengatakan, di daerah ini tidak pernah mendengar perselisihan antar umat beragama, namun yang hanya perselisihan antar mahasiswa.
Pernyataan Menag tersebut disambut gelak-tawa ratusan peserta Raker Kanwil Kemeterian Agama Provinsi Sulsel. "Di sini tawuran lagi, tawuran lagi," ujarnya. Hal itu dikemukakannya lantaran dalam beberapa waktu terakhir ini di Makassar sering terjadi tawuran, terutama melibatkan mahasiswa di kampus. [no]
Masuk: 23 Jun 2010 (11:43 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi