| Lintas Agama lainnya |
''Kita punya pengalaman pahit dengan Pemilu. Baik Pemilu legislatif. pilkada-pilkada bahkan pada pemilu Pilpres yang baru-baru ini,'' tegas Menag dalam sambutannya pada kunjungan kerja di IAIN Sunan Ampel, Surabaya Rabu (29/7).
''Saya merasa sedih, karena para kyai terguncang luar biasa. Karena itu kalau masih ingin menjadi panutan, hendaknya para kyai ini kembali ke jatidiri sebagai pemimpin,'' ucap Menag.
Ia pun meminta agar himbauan tersebut diteruskan pada kyai-kyai lainnya. ''Jadi hendaknya para kyai kembali ke jatidiri sebagai seorang pemimpin, sebagai panutan,'' tegas Menag.
Dikhawatirkan Menag, jika tidak demikian, maka masyarakat pun akan mulai berubah perilakunya. ''Ibarat guru kencing berdiri, murid kencing berlari,'' tambah Menag.
Diceritakan Menag, saat ia kunjungan kerja di Medan, sejumlah kader NU menanyakan sesuatu padanya. ''Di Medan saya ketemu kawan-kawan NU di sana. Mereka bertanya kepada saya, apa benar Pak SBY sangat kecewa dengan sikap yang diberikan oleh kalangan NU dan Muhammadyah yang berpihak pada salah satu kontestan. Saya jawab bukan pak SBY saja, Pak JK lebih-lebih lagi kecewanya,'' kata Menag. [Rep]
Masuk: 29 Jul 2009 (16:15 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi