| Lintas Agama lainnya |
“Saya sudah bertemu mereka (pemimpin Muslim) dan mereka telah mengunjungi bangunan bekas barak. Mereka setuju,” kata dia seperti dikuti rfi.fr, Selasa (9/8).
Gueant mengatakan shalat di jalan raya merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima. Karena, apa yang dilakukan bertentangan dengan prinsip-prinsip sekularisme Prancis. “Sudah saatnya kegiatan itu dihentikan,” katanya.
Selama ini, sebagian komunitas Muslim mengadakan shalat berjamaah di jalan-jalan utama Prancis. Kondisi itu tidak terlepas dari kesulitan izin yang diberikan pemerintah Prancis untuk mendirikan masjid atau Islamic Center.
Gueant mengatakan barak-barak yang berlokasi di jalan Rue Championate, Paris, akan difungsikan pada 16 September mendatang. Sosialisasi akan dilakukan sepanjang Ramadhan. “Tindakan serupa akan kami lakukan di Marseille,” pungkas dia. []
© Republika
Masuk: 10 Ags 2011 (01:40 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi