| Lintas Agama lainnya |
Menurut pegiat hak asasi manusia, beberapa orang terluka dalam bentrokan tersebut.
Bentrokan antara umat Muslim dan sekitar seribu polisi, bermula ketika pihak keamanan menyatakan mesjid yang baru direnovasi dan terletak di wilayah otonomi Ningxia Hui itu ilegal.
Hui adalah salahsatu kelompok minoritas di China.
Dua orang terbunuh dan 50 lainnya luka-luka setelah polisi melontarkan gas air mata, menggunakan pisau dan pentungan untuk memukul pengunjuk rasa Hui di desa Taoshan, kota Hexi.
Polisi Hexi menolak berkomentar tentang korban tewas.
Polisi yang hanya disebut dengan mana belakang Ma mengatakan mesjid tersebut telah dihancurkan.
"Dua polisi dan dua penduduk desa terluka dan beberpa penduduk desa dibawa polisi, tapi saya tidak tahu berapa jumlahnya," kata Ma.
Seorang penduduk Taoshan yang berhasil menghindar dari kekerasan mengatakan pejabat setempat meneriakkan mesjid tersebut ilegal dan memerintahkan polisi untuk menghancurkannya.
"Bentrokan terjadi dan sekitar 100 orang hilang,"kata Jin Haitao kepada kantor berita AFP.
"Saya tidak dapat menemukan mereka," kata Jin dari propinsi Hebei yang berada di utara China.
Kelompok hak asasi manusia yang berkantor di Hong Kong mendanai renovasi mesjid itu.
Mesjid tersebut dibangun tahun 1987 dan diperbaiki tahun lalu.
Pemerintah komunis China memonitor aktifitas keagamaan dan pembangunan mesjid, gereja dan tempat beribadat memerlukan ijin dari pemerintah yang didominasi etnik Han.
Dalam beberapa tahun terakhir terjadi bentrokan etnik sebagian besar terjadi di Uighur yang berada di wilayah Xinjiang yang terletak di barat daya China. []
Masuk: 03 Jan 2012 (02:42 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi