| ||
| Lintas Agama lainnya | ||
Amidhan menilai itu merupakan dampak dari toleransi pergaulan bebas, akibat globalisasi. "Tidak sedikit aborsi diakibatkan karena 'kecelakaan' dan pemerkosaan yang bersumber dari pornografi atau film porno," ungkap Amidhan.
Tak hanya itu, menurut Amidhan, ini juga disebabkan oleh kadar keimanan manusia itu sendiri yang masih lemah. "Karena sifat manusia, begitu melihat tayangan negatif yang luar biasa membanjiri, maka menimbulkan keinginan untuk menyalurkannya sehingga muncul 'kecelakaan'," katanya.
Amidhan menegaskan ini sudah merupakan lampu merah bagi pemerintah dan negara untuk segera memperhatikan masalah ini. "Saya mendorong agar Pemerintah mempercepat pengeluaran program yang berkaitan dengan UU pornografi yang telah ditetapkan akhir 2008," tandas Amidhan.
Amidhan menambahkan pemerintah harus memperketat penayangan yang menantang di televisi dan segera dilakukan penindakan. "Pemerintah harus segera mengeluarkan PP. Karena KPI tidak cukup mereka tidak punya gigi untuk mencabut izin stasiun televisi," katanya. "Setiap tontonan, tambah Amidahn, harus memiliki tuntutanan," katanya.
Selain itu, imbuh Amidhan, orang tua juga harus meningkatkan perhatian terhadap anaknya, karena banyak kasus aborsi terjadi pada anak SMP dan SMA, juga mahasiswa. "Guru-guru ataupun dosen juga harus memperhatikan siswa didiknya," katanya.
Perlu juga, kata Amidhan, peningkatan keimanan untuk mengurangi bahkan mencegah terjadinya hubungan di luar nikah dan aborsi. "Aborsi dalam setiap agama itu dilarang. Apalagi dalam hukum Islam. Komisi fatwa MUI menetapkan aborsi haram kecuali untuk kepentingan kesehatan atau keselamatan ibu. Kalau kecelakaan tidak masuk dalam pengecualian," tegasnya. [Rep]
⇒ 30 Jun 2009 (20:42 UTC+07)










Komentar Pembaca
Diskusi