| Lintas Agama lainnya |
Direktur Eksekutif PRMP, Stephen John, kepada ANS mengatakan bahwa kekerasan terhadap orang-orang Kristen terus meningkat dari hari ke hari. Mereka sering dituduh melakukan penghujatan dan dijatuhi hukuman mati sebelum mereka dapat membuktikan ketidakbersalahan mereka dalam pengadilan.
"[Orang-orang Kristen] dipaksa pindah agama dan menikah [dengan non-Kristen], sementara kuota lima persen bagi kaum minoritas dalam pekerjaan dan pelayanan sipil tidak diimplementasikan di banyak provinsi di Pakistan," kata John.
John menambahkan bahwa pembunuhan terhadap Shahbaz Bhatti, yang merupakan satu-satunya orang Kristen dalam kabinet, di awal tahun ini, menunjukkan situasi di negara ini yang semakin memburuk bagi kaum minoritas dan orang-orang Kristen pada khususnya.
Dia mengungkapkan bahwa para pekerja HAM, pekerja sosial dan mereka yang terlibat dalam pemberdayaan perempuan, telah melakukan pertemuan di kota Punjab, Sahiwal, untuk mendiskusikan situasi terkini dan bagaimana menanggapinya.
"Para pemimpin Kristen ini berasal dari berbagai kota. Mereka saling berbagi cerita dan isu yang dihadapi oleh orang-orang Kristen di wilayah mereka serta menunjukkan bagaimana ini mempengaruhi mereka."
"Para pemimpin itu mencapai kesimpulan bahwa ada sejumlah kecil pelanggar hukum di Pakistan yang mencoba mengacaukan kedamaian di sni. Sayangnya, meskipun mereka kecil, kekuatan mereka kuat dan mereka dapat dengan mudah terjebak dan keliru memanfaatkan kaum Muslim yang damai, toleran dan terbuka dalam situasi normal. Selama tiga dekade terakhir, kekuatan-kekuatan ini belum teratasi oleh negara, sehingga mereka telah mendapatkan kekuatan yang lebih banyak untuk memperkuat jaringan mereka."
John mencontohkan wilayah-wilayah yang damai di Faisalabad dan Gojra yang kemudian pecah kekerasan. Beberapa pelanggar hukum telah membunuh sejumlah warga miskin Kristen di Gojra pada 2009 dan juga Emmanuel Brothers pada 2010, yang ditembak mati ketika dia meninggalkan pengadilan di Faisalabad.
Menurut John, dalam situasi normal, hubungan antara orang-orang Kristen dan Muslim di Pakistan sangatlah baik. Banyak orang Kristen yang hidupnya bergantung pada saudara-saudara Muslim mereka. Mereka bekerja pada orang-orang Muslim dan mendapatkan kepercayaan.
Senator S.M. Zafar, misalnya, dalam wawancara dengan Geo TV mengatakan bahwa ia selalu percaya dengan orang-orang Kristen yang bekerja untuknya, karena "kejujuran mereka, kerja keras dan ketulusan mereka."
Karena itu, kehadiran PRMP ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi orang-orang Kristen untuk tumbuh dalam damai dan memiliki rekonsiliasi dengan orang-orang Muslim. PRMP akan mengorganisir program untuk mendorong kerja sama Islam-Kristen dan akan menyebarkan pesan perdamaian dan rekonsiliasi.
PRMP akan memberikan pemahaman kepada orang-orang Kristen bahwa hidup terisolasi bukanlah solusi atas keadaan mereka saat ini. Mereka harus berinteraksi dengan orang-orang Islam agar mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan perdamaian.
PRMP melihat bahwa keadaan di Pakistan tidak hanya berdampak pada orang-orang Kristen. Jutaan warga Muslim juga menjadi korban akibat ketidakadilan sosial. Banyak di antara mereka tidak mendapatkan upah yang layak, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, pendidikan serta pelayanan sosial lainnya.
Untuk itu, selama bulan Ramadhan ini, PRMP akan mengadakan Bazar Ramadhan bagi saudara-saudara Muslim yang miskin. Melalui bazar dari warga Kristen kepada saudara-saudara Muslim ini diharapkan akan terjadi interaksi positif antara orang-orang Kristen dan Islam di Pakistan.
John mengatakan bahwa program-program pelayanan PRMP telah mendapatkan dukungan dari komunitas Kristen internasional, termasuk dari gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan. Mereka akan memberikan donasi untuk kegiatan mulia ini agar bisa memperkuat persahabatan dan penerimaan terhadap komunitas Kristen dalam masyarakat Pakistan. []
© ANS
Masuk: 09 Ags 2011 (13:50 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi