| Lintas Agama lainnya |
Menurut Ketua Jewish Community of Indonesian (JCI) Yaakov Baruch melalui Kepala Biro Infokom JCI, IN Grosman kepada Komentar, Jumat (12/06) malam, keberadaan Sinagoge Beth Hashem Tondano Minahasa, dipresentasikan dan dibahas oleh sejumlah pakar yang datang dari Israel, Belanda, Indonesia dan Singapura.
"Sinagoge Beth Hashem selain Sinagoge Surabaya setidaknya memberi bukti eksistensi Komunitas Yahudi di Indonesia dan menguatkan akar-akar komunitas ini tidak tergusur meski Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik sekali pun. Keturunan Yahudi-Indonesia setidaknya memiliki peranan yang cukup kuat dalam memperindah khazanah pluralisme di Indonesia dan keberadaannya diterima masyarakat sekitar. Dari pembedahan sejarah, keturunan Yahudi-Indonesia didominasi Yahudi Ashkenazim (Jerman), Yahudi Mizrahim (Asia Timur) dan Yahudi Sefardim (Portugis dan Spanyol," tukas Yaakov dan Grosman.
Selain pakar dari Israel dan Belanda, ternyata hadir juga pemateri dari Indonesia yang diwakili kalangan pakar Muslim moderat seperti Djohan Effendi, Ibnu Burdah dari Universitas Islam Sunan Kali Jaga Yogyakarta, Teuku Cut Mahmud Aziz dari Universitas Pancasila, juga Ketua Komunitas Yahudi Indonesia Yaakov Baruch. Sedangkan pakar dari Israel hadir Ronnit Ricci, Rotem Kowner dan Rabbi Reuveb Firestone, dari Vrije Universiteit Holland Theo Kamsma. Kesemua pembicara ini mengupas tuntas sejarah Komunitas Yahudi di Indonesia. [Kom]
Masuk: 14 Jun 2009 (22:23 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi