| Lintas Agama lainnya |
Dengan suara 36 banding 3, Senat menolak inisiatif yang diajukan oleh Partai Rakyat Swiss ultra-kanan (SVP), yakni melakukan referendum untuk melarang menara masjid di Swiss.
"Nilai semacam itu sama sekali tidak bisa dinegosiasi," ujar Senator Dick.
Keputusan tersebut muncul dua hari setelah Dewan Perwakilan juga menolak proposal kelompok ultra-kanan. Pemerintah Swiss sendiri telah menentang rencana golongan sayap kanan tersebut, dan melabeli sebagai sikap diskriminasi dan inskonstitusional.
SVP dan sebuah partai ultra-konservatif kecil, Partai Kristen meluncurkan kampanye tahun lalu untuk melarang bangunan masjid memiliki menara di Swiss. Kelompok sayap-kanan tersebut mengklaim jika menara tidak memiliki fungsi ibadah, melainkan sekadar simbol hukum Islam, hal yang tidak sejalan dengan sistem legal di Swiss.
Gerakan tersebut kontan membuat shock sekitar 350 ribu Muslim yang tinggal di negara kecil Eropa tengah itu. Banyak dari mereka yang telah mengampanyekan agar keyakinan Islam lebih dikenal Swiss selama berdekade.
Islam adalah agama kedua di negara tersebut setelah Krisen. Masjid di Switzerland, seperti halnya di negara Eropa lain, kerap didirikan dari gudang-gudang atau pabrik tak terpakai.
Referendum
Meski menolak, Senat memutuskan untuk meletakkan proposal sayap-kanan tersebut pada referendum nasional.
"Akan selalu menjadi tugas kami sebagai politisi untuk tidak selalu menyajikan debat menyenangkan dan menunjukkan pada warga konsekuensi bila pelarangan disetujui," ujar Menteri Keadilan Eveline Widmer-Schlumpf. Proposal tersebut hanya memiliki margin pendukung delapan suara.
SVP telah mengumpulkan 113.000 suara untuk memaksa referendum nasional pada pelarangan menara. Dalam peraturan Swiss, elektorat dapat meminta pemilihan populer jika mampu mengumpulkan 100.000 tanda tangan dalam waktu 18 bulan dari pemilih yang memenuhi kriteria.
Referendum tingka nasional atas isu tersebut akan dilakukan di bawah sistem negara yakni demokrasi langsung. Eveline menghimbau para anggota tim sayap-kanan untuk menghentikan debat tidak fair tersebut, dan mengatakan ia cukup yakin pemilih akan menolak pula usulan tersebut.
Switzerlan adalah negara sekuler dengan undang-undang yang menjamin kebebasan ekspresi semua agama. Dalam penjuru negara, hanya empat masjid saja yang memiliki menara, dan memang tak satupun yang digunakan untuk panggilan sholat atau Azan.
Di ibu kota Swiss, Berne, masjid terbesar dibangun di atas bekas lahan parkir mobil bawah tanah.
Islam adalah agama kedua di negara tersebut setelah Krisen. Masjid di Switzerland, seperti halnya di negara Eropa lain, sebagian besar masjid kerap didirikan dari gudang-gudang atau pabrik tak terpakai. [rep]
Masuk: 07 Jun 2009 (22:31 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi