| Lintas Agama lainnya |
Hal tersebut diungkapkan said Aqil Siradj usai pertemuan PBNU, PGI (Persatuan Gereja-Gereja Indonesia), dan Jemaat GKI Yasmin di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Adapun pertemuan tersebut diadakan untuk menyelsaikan masalah GKI Yasmin tersebut yang sudah berlarut-larut, turut hadir Sekertaris Umum PGI Gomar Gultom dan Jubir GKI Yasmin Bona Sigalingging serta belasan jemaat GKI Yasmin lainnya.
"Ini,menunjukkan kegagalan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama yang kurang maksimal dalam membangun keharmonisan umat beragama," tegas Said Aqil.
Said meminta agar penyelsaian kasus GKI Yasmin diserahkan sesuai koridor hukum. Selain itu, Ia juga menghimbau pada umat muslim khususnya di Kota Bogor untuk menunjukkan kedewasaan.
"Kalau atas nama bangsa atas nama bangsa yang berkualitas, bermartabat. Kalau atas manusia, manusia yang ideal, dan baik," terangnya.
PBNU sendiri, lanjut Said, juga akan mendesak Wali kota Bogor Diani Budiarto, untuk menghargai keputusan Mahkamah Agung terkait pembangunan Gereja GKI Yasmin di Bogor.
"Kami akan desak Wali kota Bogor untuk tuntaskan masalah ini. Tapi itu semua kembali lagi, adakah kemauan dari Wali kota Bogor untuk menyelesaikan d perkara ini," jelasnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Sekertaris Umum PGI Gomar Gultom mengatakan, masalah GKI Yasmin ini merupakan ujian bagi negara dala soal toleransi umat beragama. PGI juga sudah meminta Presiden SBY, untuk turun menyelsaikan masalah ini.
"Ini ujian bagi negara dalam toleransi umat beragama. Selain itu ini ujian umat dalam kepastian hukum," paparnya. []
© Detiknews
Masuk: 15 Nov 2011 (23:05 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi