| Lintas Agama lainnya |
"Sekarang setiap menjelang Natal dibikin gawat, biarkan Natal menjadi situasi yang damai di bumi. Saat ini, seolah-olah ada kelompok agama tertentu mengancam agama lain, apalagi di Indonesia, pemeluk Islam mayoritas, sangat menghormati ajaran agama lain," katanya, Sabtu (11/12).
Dijelaskannya, upaya membangun toleransi antar agama telah menjadi komitmen perjuangan organisasi-organisasi massa Islam seperti NU dan Muhammadiyah. "Toleransi telah bagian dari perjuangan untuk membuat Indonesia menjadi tenteram," tandasnya.
Ia berharap perayaan Natal diciptakan sebagaimana seperti biasa, business as usual, baik sebelum dan sesudahnya sehingga umat Kristiani dapat menjalankan ibadahnya dengan tentram dan damai, bukan seolah-olah ada ancaman.
"Saya juga heran, mengapa menjelang Natal ada geraja di Solo yang ditembaki, ditemukan bahan peledak, dan sebagainya. Saya melihat kok ada kelompok orang yang bodoh seperti itu. Ngak tahu aparatur keamanan sedang bersiap-siap," jalasnya,
Tentang adanya kecurigaan situasi gawat ini sengaja diciptakan kelompok tertentu untuk mendapatkan biaya keamanan, Slamet mengaku tak tahu. "Wallahu a'lam, saya tidak tahu itu," tandasnya. []
© NU Online
Masuk: 11 Des 2010 (19:02 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi