| Lintas Agama lainnya |
Acara yang digelar di hotel Pondok Orri Citeureup-Bogor berlangsung dari tanggal 17-19 Nopember 2012 ini merupakan kerjasama antara PCNU Kabupaten Bogor, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
“Harus ada deteksi dini dari pemerintah atas gerakan-gerakan bawah tanah yang dilakukan oleh beberapa organisasi harus segera dinetralisir,“ kata Akhsan Ustadzi, sekretaris PCNU Kabupaten Bogor. “Jangan sampai gerakan ini berkembang dan meluas,” imbuhnya.
Sementara itu ketua PCNU Kabupaten Bogor, Romdoni mengatakan bahwa “PCNU Kabupaten Bogor mengutuk segala bentuk radikalisme dan yang mengatasnamakan agama dan ini juga harus diimbangai oleh seluruh elemen agama-agama yang ada di Indonesia, bukan hanya Islam, tapi agama agama lain juga harus melakukan hal yang serupa.”
Dalam paparannya Nurrohman (Iirjen BNPT) sangat tepat kegiatan Workshop Deradikalisasi agama ini dengan NU karena NU jelas komitmennya terhadap NKRI dan menerima Pancasila sebagai Asaz dalam kehidupan beragama.
Rahman melanjutkan,BNPT sendiri sudah bekerja sama dengan banyak kalangan, utamanya PBNU, dan mengenai hal itu BNPT sudah memetakan .sebab-sebab embrio radikalisme yang sudah mewabah sampai ke pelosok-pelosok desa.
Dalam sesi selanjutnya, Prof Irfan Idris (Dirjen Deradikaisasi BNPT), mengatakan gerakan radikalisasi yang mengatasnamakan agama harus dilakukan re-edukasi tentang pengertian yang benar tentang Islam rahmatan lil’alamin. Gerakan radikalisasi bukan hanya jeringan yang terbentuk secara nasional tapi juga merupakan jaringan internasional. Oleh karena itu BNPT juga bekerjasama dengan Interpol.
Kegiatan workshop ini akan ditutup pada Sabtu, 19 November 2011, dan PCNU akan segera menindak lanjuti dengan dibentuknya Pusat Informasi Deradikalisasi di beberapa pesantren NU. []
© NU Online
Masuk: 18 Nov 2011 (17:10 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi