| Lintas Agama lainnya |
Aksi pembakaran itu diketahui setelah sejumlah remaja menemukan buku terbakar ketika berjalan menuju gedung Islamic Center. Saat mengetahui al-Qur'an tergeletak dalam kondisi hangus, remaja itu segera membawanya ke dalam gedung. "Kami telah menjadi korban, itu sudah pasti," ungkap Direktur Islamic Center Chicago, Kaiseruddin seperti dikutip dari stltoday.com, Kamis (16/9).
Dia menyayangkan aksi pembakaran itu. Menurut dia, pembakaran al-Qur'an merupakan penanda ketiadaan rasa penghargaan terhadap muslim. "Kami tidak pernah menaruh al-Qur'an di lantai," imbuhnya. Kaiserudin mengatakan sedari awal pihaknya selalu mengatakan kepada anak-anak untuk senantiasa menghormati al-Qur'an dan membacanya. Setiap kali selesai membaca, cerita dia, anak-anak selalu mencium dan menaruh ditempat yang seharusnya.
Kaiserudduin, yang telah bekerja di Islamic Center selama 30 tahun mengaku salinan Qur'an yang dibakar bukan berasal dari Islamic Center. Dia juga tidak ingat ada seseorang yang berusaha menodai salinan al-Qur'an. Namun, dia percaya, aksi pembakaran ini merupakan bentuk pemenuhan ajakan Pastor Terry Jones. []
© Republika
Masuk: 16 Sep 2010 (16:12 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi