| Lintas Agama lainnya |
Dia berencana menantang rencana pembangunan pusat Islam dan masjid di dekat puing-puing dua menara WTC yang kerap disebut Ground Zero, seperti dilansir dari The Telegraph edisi 11 September 2010. Jones menegaskan bahwa para perencana pembangunan itu mestinya tenggang rasa dengan ribuan korban dan keluarga mereka dalam tragedi ini.
Setelah membatalkan rencana "International Burn a Koran Day" atau "Hari Internasional Membakar al-Qur'an", dia terbang dari Gainesville, Florida ke New York.
Pendeta yang mengaku punya 50 jemaat di gerejanya, Dove World Outreach, ini berharap dapat bertemu dengan Imam Feisal Abdul Rauf, orang yang ada di belakang proyek Cordoba House. Dengan proyek ini, Imam akan membangun masjid dan pusat kebudayaan Islam dua blok dari Ground Zero.
Imam Abdul Rauf sendiri menegaskan pihaknya tidak akan membuat kesepakatan apapun dengan Jones terkait desakan pemindahan pusat kebudayaan Islam ini dari Ground Zero. Dengan demikian, Imam menilai tak perlu ada agenda pertemuan dengan pendeta fundamentalis itu.
Pernyataan Imam ini sekaligus membantah pengumuman Jones, Kamis lalu bahwa pembakaran al-Qur'an dibatalkan menyusul adanya kesepakatan proyek Cordoba House dipindah.
Tampaknya, pembatalan rencana pembakaran al-Qur'an itu lebih disebabkan reaksi keras dunia, termasuk dari kalangan gereja sendiri, termasuk Paus dari Vatikan. []
© VIVA News
Masuk: 11 Sep 2010 (19:00 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi