| Lintas Agama lainnya |
"Saya kira kalau itu memang sudah dalam taraf meresahkan dan merusak negara harus dibubarkan," ujarnya saat dihubungi Tempo, Selasa (8/2).
Desakan ini dilontarkan Buya Syafii, panggilan akrabnya, merujuk pada situasi konflik berbau agama yang tengah menghangat beberapa hari terakhir.
Ahad (6/2) kemarin, Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, mengalami aksi kekerasan yang dilakukan kelompok tertentu. Tiga orang jemaat pun meregang nyawa, sedangkan lima orang lainnya luka berat.
Hari ini dua gereja dan sebuah sekolah kristen dibakar masa di Temanggung, Jawa Tengah. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam kekerasan ini.
Menurut buya, tindak kekerasan ini bisa terjadi karena negara lemah. "Saya katakan, negara tak hadir, aparat sudah mengerti tetapi tak diantisipasi," ujar pria kelahiran Sumatera Barat 75 tahun lalu ini. Ketidakhadiran negara ini, lanjutnya menimbulkan penafsiran liar dikalangan masyarakat. "Bisa diartikan adanya pembiaran ataupun ketidakberdayaan negara," lanjutnya.
Pembiaran ini dapat dilihat dari munculnya kelompok paramiliter dalam masyarakat. "Mereka ini seperti polisi swasta yang merasa memiliki hak menegakkan hukumnya sendiri," tutur mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah ini. Ia pun menduga, kelompok ini sengaja dibuat untuk alasan-alasan ekonomi. "Ini mungkin menjadi mata pencaharian," ujarnya. Keberadaan kelompok paramiliter ini, lanjutnya dapat dilihat dari jumlah masa yang cukup banyak dalam kedua aksi terakhir ini. "Lihat saja berapa banyak jumlahnya dan mereka terlihat terorganisir," kata buya.
Menurutnya, pemerintah harus segera menghukum kelompok-kelompok ini secara tegas. "Negara itu punya kekuatan untuk memaksa, maka gunakanlah itu," ujarnya. []
© tempo interaktif
Masuk: 08 Feb 2011 (20:48 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi