| Lintas Agama lainnya |
Sebanyak tiga spanduk berukuran 3 x 1 meter itu terpampang di sekitar lokasi pengajian. Ketua RT setempat, Fudholi, mengatakan warga setempat mengkhawatirkan ceramah agama yang disampaikan Abu Bakar Ba'asyir cenderung provokatif.
Ceramah dari Abu Bakar Ba'asyir ditakutkan memecah belah umat muslim. Apalagi saat ini aksi teror masih berlanjut di Indonesia. Pada Jumat (17/7), terjadi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta. Insiden tersebut menewaskan sembilan orang, empat di antaranya warga negara asing.
Untuk itu, Fudholi meminta agar kegiatan pengajian tersebut tak dilanjutkan. "Jangan racuni pikiran kami dengan dakwah yang menyesatkan umat Islam," kata dia, Senin (20/7).
Aparat kepolisian selama seharian juga berjaga-jaga di kawasan tersebut. Kepala Satuan Intelijen Kepolisian Resor Kota Malang, Ajun Komisaris Zaenuri, mengatakan penjagaan diperketat untuk mencegah terjadinya konflik.
Selain itu, pengajian juga dibatalkan karena belum memiliki izin tertulis kepolisian. "Kegiatan ini gak memiliki izin, polisi bertindak tegas," kata dia.
Sementara itu, salah seorang pengurus majelis taklim Al Maun, Muhammad Fuad, mengatakan penolakan warga tersebut merupakan skenario polisi dan pemerintah setempat. Merekalah yang memasang spanduk menolak pengajian tersebut.
Menurut Muhammad, kegiatan pengajian ini merupakan inisiatif warga setempat yang direncanakan sejak awal. "Mereka patungan untuk menggelar pengajian," jelas dia. [TI]
Masuk: 21 Jul 2009 (18:07 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi