Login Anggota
Pengguna Facebook dapat login menggunakan tombol berikut:
Anggota TerbaruMas Ihsan El Khalish• Anita Kurnia Dewi• Wawan S Tarman• Nur Kafit• Enggi Dewanti• Esra Statistik • Situs ini telah dibuka sebanyak 2.975.231 kali • OS Anda: Tidak Dikenal • Browser Anda: Tidak Dikenal • IP Anda: 38.107.179.222 • Ini adalah kunjungan Anda ke 100 • Unique visitors: lebih ditail
Hak cipta berita ada pada situs sumber
Kirim Artikel ke Teman Anda
Anda ingin mengirimkan artikel berjudul "Perkuat Kerukunan Umat dengan Kearifan Lokal" kepada teman Anda
Isi Artikel: Indonesia merupakan negara yang multikultural yang terdiri dari banyak suku bangsa, agama dan budaya. Kemampuan untuk menjaga kerukunan dan harmoni dari berbagai kepentingan yang ada menjadi sangat penting untuk tetap menjaga kedamaian di tanah air ini. Toleransi yang dibangun antar berbagai kelompok ini salah satunya terwujud karena adanya kearifan lokal di masing-masing daerah di Indonesia berdasarkan kesepakatan anggota masyarakat dalam menyelesaikan perselisihan yang ada. Dalam menghadapi tantangan baru akibat adanya globalisasi dan masuknya kepentingan luar dalam masyarakat Indonesia yang sudah hidup dalam harmoni ini, penguatan kearifan lokal menjadi hal yang penting sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi kepentingan luar yang mengancam. Demikian kesimpulan dari diskusi dan kunjungan para pemuka agama ke Propinsi Papua pada 24-26 Juni dengan menemui para pejabat daerah, tokoh agama setempat dan kunjungan ke tempat-tempat ibadah. Ketua Litbang Depag Prof Abdurrahman Mas’ud PhD mengungkapkan kunjungan ke Papua ini merupakan yang ke 24, yang masing-masing mewakili propinsi di Indonesia. Kunjungan ini diikuti perwakilan dari MUI, KWI, PGI, PHDI, Walubi dan perwakilan Konghucu serta dari ormas Islam. Kearifan lokal yang ada di Papua untuk menjaga keserasian adalah satu tungku tiga tiang yang artinya permasalahan bersama diselesaikan melalui musyawarah antara tokoh adat, tokoh agama dan pemerintah. Tak heran, tanah Papua merupakan tanah damai bagi semua agama karena semuanya saling menghargai dan menghormati keyakinannya masing-masing. Terkait dengan posisinya sebagai daerah perbatasan dan statusnya yang mendapatkan otonomi khusus, Abdurrahman Mas’ud berharap agar pemerintah pusat memberikan insentif khusus bagi pengembangan kehidupan masyarakat Papua yang selama ini tertinggal dari saudara-saudaranya di wilayah Barat Indonesia. [NUO]
Nama Anda: Email Anda: Nama Teman Anda: Untuk mengirim kepada lebih dari satu orang, pisahkan dengan tanda koma contoh: Matthew, Mark, Luke, John Email Teman Anda: Untuk mengirim kepada lebih dari satu orang, pisahkan dengan tanda koma contoh: matt@domain.com, mark@domain.com, lk@domain.com, jhn@domain.com Pesan Anda: tag HTML yang diizinkan: <b><i><u><img><a><ul><li><ol>
Masukkan Kode yang ada di gambar: tanpa spasi dan semuanya terdiri dari angka (tidak ada huruf)
lihat semua
Kami membuka layanan Konseling untuk masalah pernikahan, pekerjaan, bisnis, dan berbagai persoalan kerohanian lainnya. Klik Di Sini
Anda ingin didoakan oleh Tim Doa kami?
Klik Di Sini
Dapatkan berita-berita terbaru dari situs ini langsung ke email Anda:
E-mail Anda:
Gabung ke mailing list (milis) kami