| Lintas Agama lainnya |
Tifatul menyatakan, ketidaktegasan ketiga selebriti papan atas Indonesia tersebut menyikapi kemiripan mereka dengan para aktor video tersebut akan berimplikasi panjang, yaitu sebagaimana implikasi perbedaan keyakinan umat Islam yang menganggap yang disalib itu hanyalah mirip Isa, sementara Kristen menganggap yang disalib adalah Yesus.
Kami melihat, sebagai pejabat publik, pernyataan tersebut jelas sangat tidak etis, tendensius dan dapat menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat. Hal ini menunjukkan sikap tidak sensitif sang Menteri terhadap perasaan keberagamaan masyarakat. Bahkan kecerobohan semacam ini bisa memicu polemik berkepanjangan.
Dengan menyamakan persoalan dunia hiburan dengan persoalan teologis yang sangat sensitif, bisa menimbulkan potensi perasaan dilecehkan bagi kalangan umat Kristiani.
Karena itu, sebagai bagian dari masyarakat yang selama ini peduli dengan persoalan toleransi dan keberagamaan, kami menyampaikan sikap:
1. Sebagai pejabat publik, Tifatul hendaknya segera menyampaikan klarifikasi atau penjelasan resmi atas pernyataannya tersebut. Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mengganggu hubungan antar agama. Apabila ada kekeliruan dalam pernyataan tersebut, hendaknya yang bersangkutan dengan besar hati meminta maaf kepada masyarakat.
2. Sebagai pejabat publik, Tifatul hendaknya lebih berhati-hati dalam berpendapat. Pernyataan Beliau kami nilai sebagai hal yang tidak menunjukkan sikap kenegarawanan dan bukan contoh yang baik bagi masyarakat.
3. Sebagai menteri yang berada di bawah kendalinya, hendaknya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku pimpinan negara segera mengambil sikap atau bila perlu memberi peringatan keras kepada yang bersangkutan. Karena jika tidak, maka hal ini akan menjadi "bom waktu" sekaligus menurunkan citra pemerintah khususnya presiden.
4. Kepada seluruh umat beragama, hendaknya tidak mudah terpancing dengan pernyataan semacam ini. Mari kita pupuk terus saling pengertian, dialog antar umat untuk membangun kehidupan keberagamaan yang lebih baik.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita semua.
Jakarta, 21 Juni 2010
Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif
Yenny Zannuba Wahid
Dr. Todung Mulya Lubis, SH
Rm. Beny Susetyo, Pr.
Pdt. Henrek Lokra
Ahmad Suaedy
Pdt. Gomar Gultom
Masuk: 23 Jun 2010 (14:46 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi