| Lintas Agama lainnya |
Ia menduga pernyataan yang disampaikan Tifatul dihadapan dewan pers tersebut ada kemungkinan sengaja dibuat untuk memperkeruh kondisi yang ujung-ujungnya disinyalir menguntungkan pribadinya. "Masa seorang menteri ngomong dangkal begitu. Jangan-jangan ada maunya lagi. Jadi tak hanya umat Kristiani, tapi saya selaku pemuda Muslim juga tersinggung dan menyayangkan keteledoran Tifatul dalam berkomentar" ujar Bengga yang mengaku kagum dengan sosok Nabi Isa.
Untuk itu, Bengga meminta kepada setiap warga negara Indonesia agar jangan mengungkit-ungkit perdebatan teologis Islam-Kristen tentang prosesi penyaliban di Golgota karena setiap orang telah mempunyai keyakinan yang tak perlu diusik. "Pak Tifatul pantas minta maaf dan mencabut peryataannya," ucap Bengga.
Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Independen Pemantau Kinerja Pejabat Publik Sulut (FIPKP2) Sulut, Adrian Maneking. Menurutnya tindakan Tifatul jelas-jelas telah menyinggung keyakinan umat Nasrani tentang sang Juruselamat. Untuk itu, ia mengharapkan agar Presiden RI, SBY dapat memperingatkan Tifatul bahkan mencopot jabatannya. "Saya kira Tifatul tidak pantas menjabat sebagai menteri, karena keberadaannya bukan menjadi panutan bagi masyarakat tapi menjadi duri dalam daging," tutur Maneking. [ ]
© Komentar
Masuk: 26 Jun 2010 (16:46 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi