| Lintas Agama lainnya |
Polisi juga tidak memberi izin terhadap forum tersebut dengan alasan tidak memiliki izin. Pembubaran dilakukan sebelum pertemuan dilakukan.
"Saya menyesalkan adanya pembubaran pertemuan ini," kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) Surabaya Imam Ghazali Said kepada wartawan di Hotel Inna Simpang Jalan Gubernur Suryo, Kamis (13/1/2011).
Gahazali menjelaskan, sungguh tidak beralasan orang-orang yang mengaku FPI membubarkan pertemuan yang justru membahas tentang perlindungan kaum minoritas atas tidak adanya jaminan keselamatan dari pemerintah.
Dia mengatakan sebaiknya polisi juga lebih arif karena tugas polisi adalah melindungi, bukan turut serta dengan FPI membubarkan sebuah pertemuan.
"Pertemuan ini akan kami lanjutkan agar tidak ada kesan takut akan pemaksaan kehendak suatu golongan," tambahnya.
Sementara Wakil Ketua Setara Institut atau yang menggelar acara ini Bonar Tigor Naipospos mengaku jika alasan polisi membubarkan pertemuan ini karena kunjungan SBY, maka itu tidak beralasan. "Tidak ada relevansi antara kedatangan SBY dengan pertemuan ini" tegasnya.
Tentang alasan izin yang dipersoalkan oleh polisi, Bonar menegaskan jika yang harus mendapatkan izin dari polisi yakni unjuk rasa, bukan sebuah pertemuan yang dilakukan di tempat tertutup dan justru membawa manfaat.
"Malahan ini bisa menjadi masukan bagi SBY untuk menjamin keselamatan kaum minoritas di Indonesia," jelasnya.
Pertemuan itu seharusnya dilakukan di ruang Airlangga dengan menghadirkan 15 orang. Yang diundang antara lain Depdagri, Kemenag, Kejaksaan, Komisi A DPRD Jatim, LBH Surabaya, Kontras dan Pusat Studi HAM Unair dan lain-lain. []
© DTK
Masuk: 13 Jan 2011 (15:42 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi