| Lintas Agama lainnya |
Menurut Sam Yeghnazar, pendiri Iran-focused Elam Ministries, pada waktu Lausanne I tahun 1974, hanya ada sekitar 500 orang Kristen di Iran yang berasal dari Muslim. Tapi, dalam lebih dari 30 tahun terakhir, lebih banyak lagi orang-orang Muslim yang datang kepada Kristus, jumlahnya mencapai 1.300 orang.
"Iran kini merupakan negeri tertutup dengan hati terbuka yang tak terhitung jumlahnya," kata Yeghnazar. "Ini adalah negara yang paling terbuka terhadap Injil di seluruh dunia. Puluhan ribu warga Iran berpaling kepada Kristus."
"Dikhianati oleh pemerintah, kecewa dengan agama, tertekan oleh prospek masa depan, warga Iran mengalami perubahan sempurna ketika mereka datang untuk mengenal Yesus Kristus. Mereka memberitakan Kristus di pasar. Seluruh keluarga, pria dan wanita, akan datang kepada Kristus."
Dua minggu yang lalu, dua orang rekan Yeghnazar dipenjarakan dan dalam seminggu mereka membawa enam orang kepada Kristus.
Yeghnazar membagikan kesaksiannya tersebut dalam Kongres Lausanne III di Cape Town, Afrika Selatan. Pertemuan ini membahas tentang isu-isu perdamaian di Timur Tengah, sekularisasi, Islam, HIV/AIDS, Injil Kemakmuran, perdagangan manusia, dan persoalan lingkungan hidup.
Kongres ini dihadiri oleh lebih dari 4.000 pemimpin Kristen yang berasal dari lebih dari 190 negara. Kongres yang juga dikenal dengan nama Cape Town 2010 ini bertujuan untuk membawa kebersamaan tubuh Kristus secara global dalam mendiskusikan bagaimana metode penginjilan yang terbaik bagi dunia. []
© Christian Today
Masuk: 22 Okt 2010 (01:54 UTC+07) | edit terakhir: 22 Okt 2010 (01:56 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi